Menelusuri Kota Leeds

Hello World! Episode kali ini saya akan kembali pada topik kesukaan yaitu entrepreneurship. Banyak arti dari kata tersebut antara lain pengusaha, pedagang, juragan, bos, dan lainnya. Ada yang pernah bercanda kepada saya, kamu orang Padang makanya Pandai Dagang dan jiwa sebagai pedagang sudah ada dari orang tuamu dulu. Kalau menurut saya pendapat tersebut tidak bisa dipercaya sepenuhnya. Kemampuan menjadi pengusaha tidak bisa ditentukan oleh etnis dan golongan manapun. Kemampuan atau skill berwirausaha akan bertumbuh melalui sikap dan mental seseorang, hal ini sangat berhubungan dengan kondisi lingkungan disekitar. Baiklah kita tahan dulu untuk sementara tentang entrepreneurship dan melihat keindahan dari kota yang pernah saya kunjungi dua kali, yaitu Leeds. Leeds merupakan pusat kota yang melayani finansial, bisnis, dan hukum terbesar setelah London tak heran kota ini sangat multikultural dimana terdapat berbagai macam latar belakang manusia. Disamping itu sekarang semakin banyak bermacam variasi bangunan religius dan kebudayaan terdapat disini. Terdapat 3 kampus utama yang mengokohkan Leeds sebagai kota pendidikan dan membuat mahasiswa menggelar festival budaya, musikal, olahraga, dll.Menurut Leeds City Council pada Tahun 2009, Sektor pariwisata merupakan elemen penting bagi perekonomian Leeds sehingga kota ini termasuk kota ke-13 di Inggris yang paling banyak dikunjungi oleh turis asing dan kota ke-8 yang paling sering dikunjungi oleh turis domestik. Cukup penjelasannya langsung kita lihat foto-fotonyaaa

20140328_105604 20140328_104928

Leeds Stadium

Satu-satunya pemain yang saya kenal dan terkenal di zamannya itu adalah Alan Shearer yang sekarang menjadi pelatih Newcastle United. Seperti biasa foto-foto didepan stadium jadi suatu keharusan bagi saya. Stadium Leeds ini berada di Ellend Road yang kira-kira 15 menit dari pusat kota dengan bus.

Royal Armouries

Ini dia museum favorit saya, karena menyimpan senjata-senjata dan jubah perang zaman dahulu. Mungkin karena suka mendengar sejarah dan film-film perang waktu kecil makanya hampir tak terasa menghabiskan waktu 2 jam didalamnya. Museum ini posisinya dekat Clarence Dock yang dibuka pada tahun 1996 yang disponsori oleh departmen budaya, median dan olahraga Inggris. Hampir semua museum di Inggris ini gratis dan terawat dengan baik, semoga di contoh oleh pemerintah Indonesia juga kedepannya. Mereka meraih pendapatan dari pengunjung dengan cukup cerdas yaitu ada game menembak yang harus memberikan 1 pound koin agar bisa dimainkan, Disamping tempat jual souvenir yang keren.

20140328_124311

Masjid Pakistan

Dengan memakan waktu 15 menit dari Leeds market, sampailah di Mesjid terdekat untuk melaksanakan sholat Jumat. Bangunan dalam mesjid yang memiliki 2 lantai ini sangat rapi disamping juga bersih. Khutbah pun dimulai dengan bahasa Urdu alias bahasa India atau Pakistan yang membawa saya ke alam ketidakpahaman. Untungnya di terakhir khotbah ada translatenya bahasa Inggris. Sebelum pulang mampir dulu di restoran cepat saji untuk membeli makan siang karena di area mesjid ada makanan halal bin murah meriah

Leeds University14138_4866953228840_399071806_n

Kuliah umum yang diisi oleh Rhenald Kasali dan Faisal Basri mendapat fasilitas dari Universitas Leeds. Acara yang mengundang minat untuk berdiskusi ini berlangsung selama 1 hari dari pagi hingga sore. Teman-teman Persatuan Pelajar Indonesia di Leeds menunjuk gedung business school untuk ruangannya. Bangunan yang menarik dan cukup terkenal dari kampus ini adalah Parkinson Building dengan desain memanjangnya.

Leeds Market

Pasar yang terletak tepat dibelakang stasiun bus ini menyediakan barang-barang dengan harga cukup terjangkau dibanding pusat perbelanjaan mall. Kebanyakan seperti pedagang kaki lima menjualkan barang dagangannya. Saat saya berbicara dengan teman saya dengan bahasa Indonesia, tiba-tiba ada yang membalas “itu bagus” wah ternyata ada salah satu pedagang yang pernah tinggal di Indonesia. Akhirnya kita mulai berdiskusi dari mulai perkenalan, bertanya dimana bisa sholat Jum’at karena kebetulan hari Jum’at, hingga harga sewa toko di Leeds market itu. Alhamdulillah tidak perlu repot cari Mesjid, langsung ditunjukkan oleh pedagang tersebut. Setelah selesai sholat Jum’at malah dijamu dengan minum teh, kolaborasi yang mantap antara cuaca dingin dan teh panas.

Karena topik yang saya dapat dari konferensi di Leeds adalah tentang entrepreneurship jadi saya tertarik untuk membahas tentang mengapa kita harus jadi pengusaha. Ada …. alasan yang menurut saya kita harus berwirausaha, yaitu:

1. Allah telah menjamin rezeki setiap manusia dan tidak akan pernah tertukar. Ada 3 tipe rezeki yang telah diberikan Allah kepada setiap makhluk-Nya. yaitu rezeki yang dijamin, rezeki yang digantungkan. dan rezeki yang dijanjikan. pertama, setiap makhluk hidup telah mendapatkan rezekinya masing-masing misalnya saja anggota tubuh kita. Kita punya mata untuk melihat, hidung untuk bernafas, kaki untuk berjalan. Semuanya merupakan rezeki yang sudah dijamin dari Allah kepada manusia. kedua, makhluk hidup harus berusaha untuk mendapatkan rezeki yang sudah ada. Misalnya saja burung harus terbang dan mencari makanan untuk dirinya dan keluarganya. Burung jantan akan pergi ke pohon-pohon untuk mendapatkan cacing yang akan dibawa ke sarangnya untuk diberikan kepada anak-anaknya. Ketiga, rezeki yang didapat dari sedekah! seperti yang Ust. Yusuf Mansur sering sampaikan kalau kita bersedekah 1 maka akan dibalas 10 kali lipat. Dalam Al-Qur’an juga ditegaskan “Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat sepuluh kali lipat amalnya..” (QS. Al-An’am 6:160). Jadi ga perlu lagi takut akan kehilangan rezeki karena keluar dari pekerjaan dan menjadi enterpreneur.

2. Mengikuti pekerjaan Nabi Muhammad SAW sebagai pedagang. Kalau misalnya kita cermati list majalah Forbes dalam 100 orang terkaya di dunia maka akan kita temui nama-nama seperti Bill Gates, Warren Buffet, Larry Page, Mark Zuckerberg dan di dalam negeri seperti Chairul Tanjung, Putera Sampoerna, Ciputra, dll mereka semua adalah pengusaha. Sebenarnya jauh lebih dahulu ketika Rasulullah SAW masih hidup beliau juga mengajarkan hal yang sama untuk menjadi pengusaha. dalam salah satu hadisnya beliau bersabda “9 dari 10 Pintu Rezeki itu berasal dari perniagaan (perdagangan)” (HR. Tirmidzi). Bisa disimpulkan bahwa 90% pintu rezeki itu bersumber dari berdagang atau jadi pengusaha.

3. Negara Indonesia butuh lebih banyak pengusaha agar mencapai kesejahteraan.  Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. David McCelland dari Harvard University dalam bukunya “The Achieving Society”, suatu negara dapat mencapai kemakmuran dan kesejahteraan jika minimal 2% dari jumlah penduduknya menjadi pengusaha. Sedangkan di Indonesia sendiri pada tahun 2012, menurut data dari total 237 juta penduduk hanya memiliki sekitar 400 ribu pengusaha, padahal idealnya harus mencapai 4,4 juta pengusaha. Jauh sekali dari harapan untuk berada dalam kategori negara yang sejahtera. Apabila beberapa dari kita berpindah pekerjaan dari karyawan menjadi pengusaha, maka dampaknya akan secara signifikan berkontribusi langsung untuk bangsa dan negara.

4. Menjadi pemimpin diri sendiri juga dalam sebuah organisasi. Sudah pernah coba keripik pedas Maicih belum? sampai berapa level yang pernah dimakan? saya sih ga kuat pedes-pedes walaupun ada darah Padang he he… Keripik Maicih ini laris menembus pasar karena ownernya, Reza Nurhilman atau biasa dipanggil axl berhasil memanfaatkan dengan baik lewat jejaring sosial. Dan dia menamakan dirinya sebagai Pak Presiden dan kalau ingin membuka cabang akan disebut jenderal Maicih. Dengan menjadi pengusaha kita akan berlaku sebagai pemimpin dan memiliki anak buah. Dengan memiliki anak buah kita akan terus belajar menjadi pemimpin yang baik dari mulai usaha kita sendiri. Disamping itu kita bisa menentukan jam kerja sendiri, dari pada bekerja pada orang, waktu kita selalu bergantung pada bos. Dan nantinya akan terbiasa memimpin keluarga khususnya para calon Bapak, kemudian terbiasa memimpin RT, kelurahan, kota, dan syukur-syukur jadi presiden di Indonesia. Big thing always come from small thing.

Jadi tidak perlu menunggu lagi untuk menjadi pengusaha langsung cantumkan mimpimu (dream) kemudian minta kepada Allah agar keinginanmu dan usahamu di ridhoi dengan cara ibadah dan doa (pray) terakhir adalah dengan berusaha (action) dalam berusaha juga ada 4 hal penting yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Insha Allah semua keinginanmu akan tercapai. Sekian saja kisah perjalanan di kota Leeds…. Bon Courage!

Salam Entrepreneur

Manchester: Kota Merah nan Berlimpah

Ketika mendengar kota ini apalagi kalau bukan club papan atas yang terbesar di dunia Manchester United FC. Sejarah dari kota terkesan warna merah ini adalah pengakuannya perkemahan penduduk Roma yang disebut Mamucium, sisa peninggalannya bisa dilihat di Castlefield. Seiring bertambahnya bangunan seperti benteng dan tembok perang yang dibangun oleh suku Saxon, kota ini berubah menjadi daerah industri pertama dan terbesar di Inggris. Pada abad 20 semakin banyak pembangunan mendasar di bidang sosial dan ekonomi. Saya pribadi sangat suka dengan pengaturan kotanya oleh pemerintah karena sekotor apapun di malam hari, keesokan harinya sudah bersih. Ditambah lagi dengan disiplinnya transportasi bus dan kereta, mudah-mudahan suatu saat nanti kota-kota di Indonesia bisa berkembang ke arah yang baik.

Musium, salah satu tempat yang saya jajah pertama kali dan membuat pikiran saya mengingat film ‘night at the museum’ dimana semua benda-bendanya bergerak waktu malam hari juga saling berinteraksi, film dengan imajinasi yang super… tapi ga masalah kalo kata pak Albert Einsten yang menyuruh kita selalu berimajinasi dan berpikir kreatif. Meskipun dia ahli dibidang sains tapi quotesnya juga ditulis didalam musium ini yaitu “look deep into nature and then you will understand everything better”.

This slideshow requires JavaScript.

Selanjutnya adalah stadion yang dimiliki oleh tim bola terbesar di dunia yaitu Old Traffod Stadium. Old Trafford (julukan The Theatre of Dreams diberikan oleh Sir Bobby Charlton) adalah sebuah stadion di kota Stretford, Trefford, Manchester Raya, UK dan merupakan stadion milik Manchester United F.C. Lapangan ini menjadi permanen milik Manchester United F.C. sejak 1910 (sempat absen pada tahun 1941-1949 karena dibom saat Perang dunia kedua). Stadion ini terletak kira-kira setengah mil dari lapangan kriket Old Trafford dan Metrolink.

Terkadang stadion ini menjadi tuan rumah pertandingan semi-final Piala FA sebagai tempat netral, dan menjadi markas timnas Inggris ketika Wembley dalam proses renovasi. Dengan terpilihnya London sebagai tuan rumah Olimpiade 2012, stadion ini akan digunakan untuk beberapa pertandingan penyisihan sepak bola pria dan wanita. Di samping sepak bola, Old Trafford telah menjadi tempat penyelenggaraan Grand Final liga super Eropa sejak sistem playoff diadopsi oleh liga rugbi tahun 1998. Juga, pada awalnya, lapangan ini juga digunakan untuk shinty, olahraga tradisional Skotlandia.

532108_4243739608889_1011344886_n426823_4243742328957_785796122_n

Pertama-tama kita harus bayar tiket tour dulu, kira-kira dari 10 – 16 pounds tergantung umur dan punya student card. lalu nanti di beri tahu jadwal guidenya jam berapa. Saya kebagian jam 1 siang jadi sebelumnya saya gunakan untuk keliling museumnya. Didalamnya banyak terdapat benda-benda sejarah dari mulai kaos, peralatan bola, trophy, tanda tangan, hingga patung pemain legendanya. waktu menunjukkan pukul 1 dan pemandu guide pun sudah hadir, mulailah dia menjelaskan semua do’s and don’ts. kami semua diarahkan di setiap lorongnya untuk sampai ke bangku penonton. Dan akhirnya saya melihat langsung rumput hijau yang bersih tempat para pemain MU berlaga. Ini perasaan kedua yang paling membuat jantung berdebar-debar. perasaan pertama kali itu saat melihat Ka’bah didepan mata sewaktu umroh dulu.

Pada Minggu kedua di kota impian ini, saya bereksplorasi ke National Football Museum. Bangunan ini adalah bangunan Urbis yang dirancang oleh arsitek dari manchester terkenal Ian Simpson dan dibuka pada tahun 2002. Bangunan ini seperti bangunan revolusi industry yang berada diantara Chatedral dan perpustakaan Chetham. Gaya bangunan ini pun menandakan kehidupan perkotaan yang modern dan puncaknya dibuat miring karena dirancang sebagai jantung pusat kota. Untuk masuknya pun tidak dikenakan biaya, tapi saya beli buku panduan seharga 1 Pounds yang berisi informasi tentang museum ini. Bangunan ini sangat unik dan bernuansa modern, saat masuk lantai dasar pengunjung sudah bisa melihat lantai paling atas karena tanpa atap sehingga bisa menjangkau 4 lantai. dari mulai sejarah, quotes-quotes legenda sepak bola, sarung tangan, sepatu, kaos, sampai lukisan Eric Cantona terpajang disini. nah dilantai 2 saya melihat lukisan dan membuat saya berhenti sejenak agak lama karena sangat bersejarah. Lukisan itu dibuat oleh Michael J Browne yang berjudul The Art of the Game. Eric Cantona berpose layaknya raja dengan bendera di dalam bar Castlefield bersama rekan-rekan muda setimnya. Kisahnya, dalam 5 tahun berturut-turut dia membantu Leeds United untuk juara di divisi pertama dan Manchester United untuk menang 4 dari 5 liga Premier. Kemudian di lantai 3 tersedia permainan 3D untuk latihan shooting, passing, dan shot stopper tetapi dikenakan biaya tambahan 5 pound.

Selang beberapa Minggu, saya dan sahabat lama saya berkunjung ke kandang derby dari MU, Manchester City. beberapa penduduk disini mengatakan bahwa warga Manchester asli hampir semuanya fans dari City bukan United. Alasannya Manchester United lebih mencari keuntungan dan profit semata yang menyebabkan harganya diatas rata-rata. Mulai dari tiket masuk Old Trafford hingga merchandise dalam Old Trafford Shop semua harganya termasuk mahal. Walaupun Etihad Stadium lebih kecil dibanding Old Trafford, tetapi terdapat City Square untuk event-event tertentu bagi pendukungnya agar semakin akrab. Kebetulan saya berkesempatan masuk Etihad Stadium dengan gratis karena ada pembukaan pertandingan perdana tim Under 21. Walaupun tidak bertemu pemain inti Manchester City tapi sangat bersyukur sudah bisa melihat kemegahan dari tim yang di sponsori orang terkaya di Dubai ini, Syeikh Mansour.

Untuk masalah penginapan saya memberikan rekomendasi pada 2 hotel ini, Hotel Hilton dan Hilton Chambers Hostel. Bagi yang ingin merasakan pemandangan dari gedung tertinggi di Manchester dan punya fasilitas yang serba lengkap silahkan saja menginap di Hotel Hilton mulai dari harga Rp 1.400.000 terletak di 303 Deansgate, Manchester M3 4LQ http://www3.hilton.com teleponnya +44(0)1618701600. Selain itu ada juga buat para backpakers yang bisa tidur berbagi dengan 6 orang yang lainnya dalam 1 kamar (bisa milih sesama pria atau sesama wanita) silahkan kunjungi Hilton Chambers Hostel di 15 Hilton Street, Manchester City Center, Manchester, M1 1JJ telp. +44 (0)1612369500 http://hattersgroup.com/#mcr harganya pun lebih murah sekitar Rp 375.000

unnamed

2

1

Untuk masalah makanan saya juga menyarankan untuk mengunjungi 2 tempat area Muslim yang terkenal di Manchester dimana tersedia makanan halal. Yang pertama adalah daerah Cheetam Hill disitu ada tempat makan Pakistan bernama Al-Faisal berada di 459 Cheetham Hill Road, Cheetham Hill, Manchester, M8 9PA menjual makanan seperti Kebabs, Tandori, Kobeda, Pizza dan segala jenis makanan Pakistan. Tak jauh dari situ ada satu-satunya Subway fast food resto yang halal di kota ini. makanan yang dijual seperti burger, salad, sandwich, dan fast food lainnya. Kemudian ada juga daerah agak Selatan dari pusat kota Manchester ada daerah yang namanya Rusholme. Tempat ini malahan seperti daerah Timur Tengah apalagi dimalam hari. Disini ada restaurant terkenal untuk orang Melayu namanya Al Jazeera alamatnya di 22, Wilmslow Road, Manchester, M14 5TQ. Banyak jenis makanan Malaysia dan daerah Sumatera seperti Nasi Ayam, Qabily Pillow, Chicken Biryani, dll. Kebanyakan harga restaurant tersebut rata-rata 4 pound per porsinya, sekitar Rp 60.000.

Sekian aja dulu cerita dari kota Manchester semoga memberikan semangat untuk mengeksplor kota ini dan simak terus cerita yang lain dari Inggris Raya ini.

Salam Traveller!

Menabung

Ada salah satu kisah menarik dari Putri Sentika seorang Mahasiswi Ekonomi semester 7 dan baru berumur 19 tahun tetapi sudah naik haji, dia mendaftarkan haji pada tahun 2008 bersama keluarganya dan pada tahun 2011 dipanggil sama Allah untuk menunaikan ibadah Haji tersebut. Dia bilang “Alhamdulillah, Allah memanggil kami sekeluarga sekalian dengan nenek dan tante untuk beribadah haji tahun ini”. Dan ternyata yang lebih mengejutkannya adalah dengan tabungannya sendiri!!! Bayangkan harga ONH plus sekarang sudah sampai 70 juta!!! Ternyata dari balita dia dibiasakan menabung oleh orang tuanya, dia menabung dari umur 1,5 tahun yang didapat dari uang jajan dan uang yang dikasih sama orang tuanya. Kalo kita kan waktu kecil sudah tergiur dengan segala macam mainan yang ada di iklan televisi atau barang yang dibeli oleh teman.. hehe

Kemudian ada lagi cerita dari Tukang Bakso yang selama 17 tahun telah melakukan planning dalam keuangannya. Bapak yang telah beristri ini sudah membagi pemasukan uangnya ke dalam 3 bagian yaitu dompet, laci dan celengan. Yang pertama adalah dompet untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, membeli pakaian, dan keperluan keluarga. Yang kedua dimasukkan kedalam laci gerobak baksonya untuk sedekah dan untuk berkurban kambing setiap tahunnya, luar biasa! seorang tukang bakso tidak pernah absen untuk berkurban. Bagian keuangan terakhir dia masukkan ke dalam celengan yaitu untuk menyempurnakan rukun Islam yang kelima. Dia berkata “Insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi saya dan istri akan melaksanakan ibadah haji.” Kita doakan supaya tujuan yang terakhir tercapai. Amin

Benjamin Franklin salah satu tokoh Amerika Serikat yang terkenal dengan deklarasi kemerdekaan Amerika dan pernah menulis buku The Way to Wealth bilang, “If you would be wealthy, think of saving as well as getting.” Menabung itu harus sebanding dengan usaha kita dalam bekerja. Misalnya saja kita berkarya dalam suatu bidang seperti bermain band, kemudian kita dihargai orang lain dan mulai terkenal, dan akhirnya dipanggil untuk bernyanyi di cafe-cafe, pasti dengan kerja keras dan usaha kita untuk mengumpulkan teman-teman dan membuat musik yang berkarakter. Atau

mungkin kita dijanjikan oleh orang tua tambahan uang dengan syarat mendapatkan nilai 100 waktu ujian akhir semester, pastinya kita bertambah daya juang semangat 45 untuk dapet 100 (tanpa melihat kiri kanan atau contekan dibawah meja lho) nah tambahan uang dan penghasilan tadi ditabung. Menabung uang bermacam-macam caranya bisa dimasukin ke celengan, disimpan dibawah bantal, disimpan di dompet tetapi yang paling aman menabung di Bank. Dateng aja ke bank nanti pasti dijelasin sama petugasnya mau melakukan apa. Trus dapet buku tabungan dan nomer rekening deh.

Berani bilang “tidak!” kepada teman

Banyak godaan ketika mau berhemat dan menabung uang kita salah satunya adalah teman. Teman dan lingkungan pergaulan punya peran penting disini. Banyak sekali cara dan etika ketika sedang bergaul bersama teman-teman. Dan banyak juga jenis-jenis teman yang kita jumpai di sekolah, kampus, dan lingkungan masyarakat. Latar belakang mereka juga berbeda-beda, dan berdampak terhadap logat gaya bicara, merk pakaian yang dikenakan, sampai hiburan yang dinikmati. Setiap lingkup pergaulan pasti memiliki kelompok-kelompok sosial. Sejauh saya mempelajari kehidupan sosial di lingkungan. Saya menemukan beberapa bentuk pergaulan sosial. Saya semakin menyenangi belajar kehidupan sosial karena saya tertarik dengan pelajaran Sosiologi yang diajar oleh Pak BES (panggilan akrabnya). Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan atau teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul “Cours De Philosophie Positive” karangan August Comte (1798-1857). Menurut saya ada beberapa kelompok… let’s check this out!

Golongan Jenius

Ini kelompok orang-orang dimana memiliki pendidikan tinggi, biasanya dimiliki oleh orang-orang ber-IQ  tinggi tetapi belum tentu tinggi dalam EQ dan SQ juga. Mereka biasanya cerdas dalam matematika, fisika, kimia semua yang menggunakan perhitungan logika dan cara berpikir yang mengagumkan. Terkadang berhubungan juga dengan penampilannya dan cara pergaulannya. Terkadang mereka suka membaca buku yang sulit dimengerti seumurannya dan bermain game contohnya ngomongin tentang komik, novel, games-games lucu yang ada di hp atau laptop.

Kaum Borjuis

Kelompok sosial ini bisa disebut juga sosialita. Biasanya akan menceritakan pengalaman jalan-jalan di Eropa atau Amerika misalnya “eh waktu itu aku brunch di Dos Pallilos the bestnya resto di Barcelona, trus siangnya lunch di frankfurt restaurant cozy banget deh tempatnya, nah malemnya nyobain dessert di Eiffel tower restaurant, what a day!”. Selanjutnya akan membahas wine yang paling tua yang pernah dicoba. Dan untuk kaum pria tertentu akan membahas cerutu yang unik dan belum ada di negara manapun. Atau memamerkan barang mewah seperti mobil, komputer, gadget dan lain-lain padahal hasil jerih payah orang tuanya. Biasanya dengan melihat barang baru yang dipamerkan mereka kita akan mudah terprovokasi untuk membelinya.

Geng Arisan

Ini biasanya terdiri dari wanita-wanita cantik di sekolah/kampus yang suka membicarakan gosip ter-update. Barang-barang yang dikenakan pun harus mahal dan belum ada yang punya. Mereka suka menggoda teman-teman pria di sekitarnya tetapi hubungan pertemanan dan persahabatan begitu kuat. Ada jadwal-jadwal tertentu yang menyatukan mereka untuk sekedar cerita, arisan, dan membahas berita-berita disekitarnya. Cara mereka mengajak pergi pun juga bermacam-macam “yuk, kumpul-kumpul lah kita sambil arisan, sambil update gosip yang lagi hot, kalau ga ngumpul ketinggalan berita loh jeng ses semuanya”

Musisi

Penampilan dari seorang seniman haruslah nyentrik dan unik. Membawa peralatan band di dalam tas seperti stick drum, pick gitar, mic, pianika, triangle, bahkan amplifier kalo kuat. Pulang sekolah ada jam-jam tertentu yang mewajibkan kumpul di basecamp tempat anak-anak Band nongkrong. Diharuskan absen setiap saat untuk latihan masa depan bandnya. Kalau ada satu orang yang jarang hadir maka akan segera diganti dengan personil lainnya. Terpaksa kita harus kumpul terus-terusan dan mengorbankan waktu untuk belajar dan lupa ngerjain pe-er.

Itu tadi sedikit jenis-jenis kelompok dari sekian banyak kelompok sosial yang bisa dijumpai di sekolah, kampus, dan lingkungan pekerjaan. Sebenernya masih banyak lagi macam anak modif mobil/motor, anak dokumentasi/media, gamer warnet, kaum religius, calon pedagang, grup lawak, dangdut, politikus, dan sebagainya. Ini jadi tugas dirumah masing-masing untuk meneliti kelompok sosial di sekolah atau dikampus. Bikin sebagus mungkin penjelasannya dan masukin juga cara-caranya untuk ngajak atau mempengaruhi teman yang lain. Kirim ke rjaesa@yahoo.com nanti penjelasan kelompok sosial yang menarik akan dipajang di blog ini.. selamat meneliti 😀

Lanjut lagi, kelompok-kelompok sosial tadi sangat lihai mempengaruhi teman-temannya untuk menghabiskan uang. Terkadang situasi juga yang membuat untuk mengeluarkan uang yang padahal tidak seharusnya digunakan. Bagaiman cara mengatasinya? Ya mudah saja tinggal bilang tidak!. Tetapi juga dengan cara yang baik. Misalnya diajak makan ditempat yang mahal “maaf ya, saya sudah makan dirumah” atau “sorry banget, saya lagi diet nih” Situasi lain ketika diajak pergi bermain ke Mall untuk mejeng-mejeng “wah sorry banget ya. Kali ini saya ga ikutan dulu deh mau ngerjain tugas, lain kali deh yaa” Ditambah senyum yang baik juga, maka orang lain akan mengerti kondisi kita. Jawaban lain yang mungkin bikin orang juga malas bertanya lagi kalo bilang “maaf ya lagi ngurusin bisnis nih” kemungkinan pertama ga bakal ditanya lagi, kemungkinan kedua ditanya bisnis apa emangnya? Jawab aja “ada deh, doain aja lancar bisnisnya”. Kebiasaan ini juga harus dilatih terus-menerus agar terbiasa dan berani bilang tidak!. Lama-kelamaan lingkungan sekitar akan paham, apa yang kita suka dan apa yang kita tidak suka. Jadi kita tetap bisa bergaul dengan siapa pun tanpa mengikuti gaya hidup yang berbeda-beda. “Friends are important, but our future is the most”