My Historical Journey at Yordania

“Maka kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu” (Q.S. Al-Kahfi, 18:11)

 

Assalamu’alaykum pembaca sekalian, semoga semua dalam keadaan sehat. Setelah beberapa hari Pak Presiden baru kita dilantik akhirnya saya menyempatkan untuk meng-update blog lagi. Teringat awal tahun 2013 saya sempat mengunjungi Negara Turki dan menuliskan cerita perjalanan sejarah, sebenarnya saya berkeinginan setiap tahunnya menyisihkan waktu, tenaga dan biaya untuk travelling ke beberapa Negara khususnya yang memiliki keterkaitan sejarah Islam. Karena dengan mengenang sejarah, kita akan secara tidak langsung bisa menambah pengetahuan dan kepercayaan kita terhadap agama Islam.

 Alhamdulillah dengan izin Allah saya berkesempatan melihat kebesaran salah satu bagian dari negeri Syam. Menurut kitab suci Al-Qur’an negeri yang diberkahi Allah SWT ada 4 yaitu: Mekkah, Madinah, Yaman, dan Syam. Kemudian negeri Syam sekarang telah pecah menjadi 4 negara yaitu Yordania, Syria, Libanon, dan Palestina. Kebetulan saya punya salah satu sahabat orang Yordania, namanya Sameer. Pada akhir bulan Oktober visa untuk tinggal di UK akan segera habis maka mulailah merencanakan perjalanan pulang. Awalnya saya juga ingin mengunjungi sahabat saya di Karachi, Pakistan akan tetapi Negara tersebut tidak membolehkan karena passport saya akan expired kurang dari 6 bulan, sehingga sementara ini menunda untuk kesana, mudah-mudahan saat sahabat saya menikah bisa diundang kesana he he.. tapi kebetulan Negara Yordania ini menerima passport yang akan expired kurang dari 3 bulan, pas! Mantap!

Some activities which captured in my camera:

 

Pada hari pertama tanggal 9 Oktober 2014 sampai di bandara Queen Alila airport yang berada di ibu kota, Amman. Tiba di bandara langsung mengemas barang-barang kemudian naik bis warna kuning namanya Syarijah Express untuk menuju pusat terminal. Di terminal saya dijemput sahabat saya namanya Sameer, kami berteman sejak kuliah di Inggris. Pertama kali bertemu adalah saat sholat di mesjid kampus, lantunan suaranya ketika membaca Al-Quran seperti Imam Mishary Al-Afasy mulai dari situ saya terus berteman, belajar Al-Quran, dan belajar bahasa Arab dari Sameer. Kemudian kami tiba di rumahnya tepat di belakang Universitas Yordania dengan pekarangan yang luas dan ditumbuhi tanaman Kurma, buah Tin, dan buah Zaitun. Ketiga tanaman tersebut bisa tumbuh bersamaan di tanah Syam saja, tanah yang di berkahi Allah. Setelah berbenah diri kami berdiskusi tujuan yang akan di kunjungi. Tanpa membuang waktu langsung menelusuri kampus Yordania ini dimana Pak Syafi’i Antonio, pakar keuangan Syariah menimba ilmu S2. Pada malam hari, saya pergi ke bagian kota modern Amman yang banyak terdapat gedung, pusat perbelanjaan, mall, dan hotel. Kita melaksanakan sholat Isya di masjid King Abdullah dan kebetulan bertemu cucunya Imam masjid Palestina yang sedang hadir. Kemudian membeli tiket bis untuk ke Petra di travel yang mana hanya tinggal 5 kursi tersisa pas untuk kami berlima, Sameer dan saudaranya, Alhamdulillah.

 

Pagi-pagi sudah harus siap karena mau naik bus Jett jam 7 pagi jadi jam 6.30 harus berangkat dari rumah. Setelah subuh, mandi dan sarapan yang bergizi ala-ala Yordania masakan ibunya Sameer kita naik mobil ke terminal bus kemudian menitipkannya. Perjalanan ke Petra memakan waktu 3 jam tapi ada waktu istirahat sekali di restaurant untuk para penumpang yang belum sarapan dan ke toilet. Disini waktunya saya mengenal kakak ipar dan ponakannya sahabat saya. Setelah perjalanan yang sangaaaat panjang akhirnya tiba juga di Petra.

Nah sebelumnya saya dapat informasi bahwa harga tiket masuk ke Petra untuk foreigner adalah 50 JD dan untuk warga Negara Yordania hanya 1 JD. Disini terjadi perang batin bayangkan saja perbedaan yang sangat jauh bisa hemat puluhan Jordan Dinar kalau saya menyamar jadi warga Negara Asing. Rencananya saya seolah-olah menjadi warga Negara Yordania dengan berbicara bahasa Arab atau malah pura-pura jadi pembantu maklumlah orang Indonesia banyak jadi TKI di Negara-negara Arab. Tapi hati kecil berkata lain seandainya berbohong pasti akan ada efek yang tidak baik misalnya saja nanti diperiksa security dan malah di deportasi. Akhirnya saya membayar sesuai peraturan 50 JD.

 

Perjalanan di dalam Petra cukup panjang hingga beberapa turis menggunakan kuda untuk menghemat tenaga. Jangan lupa untuk menawar kalau mau naik kuda karena ada turis yang cukup pintar harga awal ditawarkan 100 dollar tapi setelah di tawar akhirnya dapat harga 20 dollar. Setelah melewati bangunan megah peninggalan kerajaan Yunani tempat tujuan akhir berada di Ampitheater, bangunan tempat ksatria bertarung ini seperti bangunan coliseum di Roma atau film gladiator. Kebetulan hari ini adalah hari ulang tahun Celine, ponakan teman saya yang umurnya 10 tahun di tanggal 10 bulan 10 jadi membuat perayaan secara sederhana ditengah-tengah bangunan Ampitheater tersebut. Akhir perjalanan di Petra ditutup dengan sholat Ashar yang kemudian kembali ke bis tepat jam 5 sore di saat yang bersamaan hujan pun turun.

 

Hari terakhir diisi dengan menapak tilas sejarah Ashabul Kahfi yang Allah tidurkan di dalam goa selama ratusan tahun. Beberapa ahli sejarah berpendapat ada 3 tempat yang mirip dengan penjelasan di Al-Qur’an yaitu di Turki, Palestina, dan Yordania tapi yang ciri-cirinya paling mendekati adalah di Yordania ini. Kami pergi menggunakan sedan Hyundai punya sepupunya sahabat saya namanya Ahmad. Saat tiba disana jam 4 sore dimana pintu goa hanya terbuka pada jam 2 siang dan akan cepat ditutup tapi ada kejadian menarik, tiba-tiba ada segerombol orang Pakistan seperti selesai dari ibadah Haji berduyun-duyun masuk ke area goa Ashabul Kahfi sehingga Imam masjid disini membukanya, ditambah lagi mereka membawa tour guide berbahasa Inggris! Luar biasa… betapa Allah memudahkan kami untuk masuk ke goad dan mendengar sejarah dari tour guide, perfecto! Alhamdulillah. Malam harinya kita sholat Isya di masjid Al-Hussaini yaitu masjid tertua yang dibangun sejak zaman Umar bin Khattab, di daerah itu juga banyak pasar cocok beli oleh-oleh untuk keluarga.

 

So, here is another fascinating picture of Amman City:

 

Akhirnya perjalanan di kota Yordania pun selesai dan kembali ke Indonesia negara tercinta tempat dimana saya bertemu tempe paling enak hehe.. Kembali pada goa Al-Kahfi, Allah menurunkan surat ini memiliki keutamaan sendiri, menurut hadis yaitu, akan dipancarkan cahaya untuknya diantara dua Jumat. Kesempatan membacanya dimulai sejak terbenam matahari pada hari Kamis sampai terbenamnya matahari pada hari Jumat. Jadi banyak kesempatan setelah sholat untuk nyicil membaca. Disamping itu sebenarnya, banyak kisah yang bisa diambil hikmahnya dari surat Al-Kahfi ini tapi saya hanya mengambil 2 kisah,  yaitu pertama, kisah Ashabul Kahfi dimana sekumpulan pemuda muslim yang hidup di negara kafir dan mereka bertekad untuk mempertahankan agama hingga mendapat penolakan, tekanan, dan intimidasi. Allah melindungi mereka dengan cara menidurkan selama ratusan tahun di dalam goa. Saat mereka bangun dari tidurnya semuanya sudah berubah termasuk kaum tempat mereka tinggal sudah menjadi penduduk yang beriman pada Allah. Kedua, Kisah nabi Musa dan nabi Khidir. Allah bertanya pada nabi Musa “siapa penduduk bumi yang paling alim (pandai)?” Musa menjawab “saya” dengan perasaan tinggi hati. Lalu Allah memberi tahu bahwa ada lagi manusia yang lebih pandai darinya yaitu nabi Khidir dan menyuruh Musa untuk berguru. Akhirnya nabi Musa tersadar karena penyakit orang berilmu adalah terlalu bangga dengan ilmunya dan merasa paling alim sedunia. Nabi saja dilarang Allah untuk tawadhu apalagi kita yang hanya sebagai manusia biasa harus lebih rendah hati. “An humble knowledge of thyself is a surer way to God than a deep search after learning” seperti ilmu padi semakin berisi semakin merunduk. Sekian saja cerita jalan-jalan dari Yordania…. ciao and sayonara!

Advertisements

Oxford: Universitas Pertama Inggris

Sehari setelah tanggal 14-02-2014 saya mendapat kesempatan untuk jalan-jalan ke kota Oxford. Sebenarnya sudah lama sekali ingin mengunjungi kota yang indah dan mempesona ini dan kebetulan di saat menunggu panggilan presentasi tugas akhir saya bisa kesana. Ini kedua kalinya saya ikutan trip yang rutin seminggu sekali diadakan oleh international society, mereka biasanya mengatur jadwal trip mingguan dari kampus Salford dan Manchester. Untuk harganya menurut saya lumayan terjangkau karena dengan £25 trip seharian dan ada guide tour dibandingkan membeli tiket kereta bolak-balik yang bisa lebih mahal apalagi beli dalam waktu dekat. Saya berangkat dari kampus jam 7.30 pagi dengan bis kemudian sampai di Oxford sekitar jam 12 siang lalu jalan kaki sedikit ke kampus untuk bertemu dengan guide tour di dekat pintu christ church college. Di kampus yang luar biasa luas ini terdapat 38 college dan 6 private hall dan masing-masing college disediakan fasilitas makanan 3 kali sehari.

Sebelumnya mari berkenalan dengan kampus pertama di Inggris ini. Unversitas Oxford merupakan sebuah perguruan tinggi yang terletak di Oxford, Inggris. Beberapa sumber menyatakan bahwa kampus ini berdiri pada tahun 1096 dan menjadi kampus paling tua nomer 2 yang menggunakan bahasa Inggris. Kemudian pada tahun 1209 beberapa dosen dan pelajar dari sini mendirikan perguruan tinggi kedua yang bernama Cambridge. Universitas Cambridge ini terletak di Timur Laut dari arah Oxford. Kedua kampus ini merupakan kampus terbaik dan tertua di Inggris sehingga beberapa orang menyebutnya “Oxbridge”. Kemudian selanjutnya pada tahun 1927 pelajar wanita diberikan hak untuk menjadi sarjana sepenuhnya karena sebelum tahun tersebut, pelajar wanita belum bisa mendapat gelar sarjana di perguruan tinggi ini. Dorothy Sayers dengan karya novelnya Gaudy Night merupakan salah satu lulusan wanita pertama di level universitas.

3 Bis besar rombongan dari kota Manchester menandakan sangat banyak peminat yang ingin ke kota Oxford walaupun kondisi cuacanya saat ini sedang buruk bahkan di beberapa kota di Inggris terjadi banjir dan badai tapi tidak mengurangi niat kita semua untuk berangkat. Sesampainya disana, beberapa guide tour yang resmi dan telah mendapat sertifikasi dari kampus Oxford menghampiri kita semua. “hai semuanya perkenalkan nama saya Jane” ujar perempuan berbaju merah yang menjadi guide tour. Dalam tim kita kira-kira terdapat 10 makhluk yang sangat multi-national karena semuanya berasal dari berbeda Negara yaitu India, Spanyol, Republik Ceko, Austria, Irlandia, Jordania, dan saya sendiri Indonesia. Kenapa saya sebut makhluk? Karena perempuan yang berasal dari Spanyol membawa anjing kesayangannya bernama Dora. Perjalanan di dalam kampus ini terasa menyenangkan sekali. Saya sangat salut kepada pemandu tur ini karena dia menjelaskan dengan sangat detail, disamping karena dia lulusan sini, dia juga membawa data-data jumlah pelajar dari negara selain UK dan Indonesia katanya ada 19 pelajar.

Bangunan yang pertama saya kunjungi (gambar diatas) adalah Christ Church College. Christ Church ini termasuk kategori college yang kecil di kampus, terdapat ruang kuliah, aula besar, 2 perpustakaan, 2 bar, dan ruang umum untuk yang lulus dan telah lulus. Di dalam kamar sebagian besar terdapat wastafel, lemari es, dan ruang tamu diluarnya. Di luar bangunan terdapat lapangan untuk bermain kriket, sepak bola, dan rugby. Tidak lupa juga olah raga dayung salah satu olah raga terkenal di Oxford karena di sisi bangunan ada sungai Thames. Salah satu gereja di dalam sini pernah dipakai untuk keperluan film bagi Mr. Bean dan pastinya film Harry Potter karya novelis J.K. Rowling dan juga film The Golden Compas.

Selanjutnya saya melihat bangunan yang cukup menarik seperti gedung SMP saya di 109 Jakarta Timur berbentuk huruf U ditengah-tengahnya ada lapangan. Ternyata gedung tersebut adalah ‘The Examination Schools’ atau yang kita kenal ruangan ujian. Jadi setiap mahasiswa disini akan mengalami masa ujian didalam gedung ini. Sejarahnya, ruangan ujian ini di disain dan dibangun oleh Thomas Jackson yang berprofesi sebagai kepala ujian kampus antara Tahun 1876 sampai 1881. Bangunan berdiri pada sisi penginapan Angel, dimana penginapan ini dipercaya sebagai bangunan penginapan pertama di Inggris. Setiap tahunnya ribuan para sarjana duduk dibangunan bersejarah ini dengan baju yang namanya sub-fusc yaitu seragam khusus warna hitam dan putih dimana bentuknya sangat tradisional seperti yang ditunjukkan oleh pemandu saya berbaju merah.

Disamping itu, pada masa perang dunia kedua, bangunan ini pernah menjadi rumah sakit militer dan di lantai basemen masih ada tulisan ‘kamar kebangkitan’ yang masih tertulis hingga saat ini. Kebanyakan peserta ujiannya adalah dari kalangan mahasiswa S1 tapi juga dipakai untuk mahasiswa S2 seperti Master of Philosophy, Master of Science, Master of Studies, Diploma juga oral tes untuk doktorat. Selama musim panas bulan Juni hampir 1200 pelajar duduk setiap hari untuk ujian tertulis. Pada awalnya di Oxford ini tidak ada ujian tertulis dan hanya oral tes kemudian pada Tahun 1900 dimulai ujian tertulis essay maupun pilihan ganda.

Beberapa menit kemudian saya agak sedikit kaget melihat bangunan berbentuk lingkaran seperti masjid. Redcliff Camera adalah perpustakaan yang diambil dari nama akademisi, psikologi, dan politisi Dr. John Radcliffe. Menurut beberapa sumber setelah 2 tahun berjalan pembangunan ini, John Radcliff meninggal di tahun 1714. Bangunan ini dibangun selama 12 tahun dengan contoh bangunan pertama bentuk bundar dan memiliki kubah dizamannya.

Museum Ashmolean, museum ini dipercaya sebagai museum yang pertama di dunia karena dibangun dari tahun 1678 sampai 1683. Museum ini awalnya menampung barang-barang artistik dari Elias Ashmole, seorang seniman terkenal di Inggris. Didalamnya juga terdapat koleksi bersejarah dari para arkeolog dan seniman termasuk karya masterpiece dari Michelangelo, Leonardo da Vinci, Turner, dan Picasso.

Ketika mau pulang dan membeli souvenir, dari awal saya memang meniatkan jika bermain ke kampus Oxford untuk beli hoodie yang bertuliskan Universitas Oxford lumayan untuk dipakai jogging..hehe. Saya menemukan toko di dekat area memorial garden namanya Oxford Blue. Kemudian saya masuk kedalam karena dari luar terlihat jaket yang sesuai dengan keinginan. Lalu kebetulan saya pergi bersama teman saya orang Jordan dan saat penjualnya sedang berdiskusi dengan temannya, teman saya ini menyadari bahwa mereka menggunakan bahasa yang sama alias sama-sama orang Jordan, akhirnya mereka mulai berbicara dengan bahasa Arab. Di sisi lain saya bertanya harga jaket tersebut yang dijawab dengan “itu harganya £20 tapi ada diskon buat kamu 10%”. Tidak hanya sampai disitu, kami bertanya dimana masjid terdekat, dan mereka bilang “agak jauh dari tempat ini kalau mau sholat silahkan di sini saja” Saya sangat bersyukur karena selain dapat diskon beli jaket saya bisa sholat zuhur dan ashar dijamak karena dalam perjalanan. Alhamdulillah.

Shopping time!

Shopping time!

20140215_145224

Stand up and speak up, in a good way

20140215_144602

Hi Jane! Smile please 😀

20140215_144917

Me with the old door, never changed since its built

20140215_144224

Fantastic view from my camera phone!

It's sunset already, time to back home..

It’s sunset already, time to back home..

Singkat cerita setelah mengisi perut dengan kentang saya kembali menuju bis dan bersiap kembali untuk pulang ke kota Manchester. Mengutip makna logo yang diambil dari moto kampus Oxford yaitu ‘Dominus illuminatio Mea’ yang artinya Tuhan adalah cahayaku, bahwa menurut saya sebenarnya sudah seharusnya kita percaya dengan adanya Tuhan yang menciptakan seluruh langit dan bumi. Para ilmuan juga orang-orang yang berpengaruh dalam ilmu pengetahuan lulusan dari kampus Oxford ini juga percaya bahwa Tuhan, misalnya, ada yang mengatur pergerakan planet tata surya hingga energi sebuah atom sekalipun. Di dalam Al-Quran yang bahkan turun sebelum kampus-kampus didunia berdiri sudah menjelaskan bahwa Tuhan kita Allah SWT adalah penguasa langit dan bumi seperti pada surat Al-Mulk ayat 1 yang artinya “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Maka dari itu sudah seharusnya kita sebagai umat Islam yakin atas segala keputusan yang Allah SWT tetapkan untuk kita semua adalah keputusan yang terbaik dari-Nya. Wassalamualaikum.

Sekian dan Sampai jumpa 🙂

Warm Regards

@jaesarahman

Skotlandia: menjelajahi sensasi bagian Utara UK

Beberapa minggu kemudian pada bulan Mei 2013 setelah saya jalan-jalan dari Turki saya dapat undangan untuk menghadiri Kibar Gathering di kota Aberdeen. Kibar merupakan kelompok Muslim Indonesia seluruh UK yang biasa mengadakan acara Tahunan di kota yang terpilih. Kami rombongan dari kota Manchester berangkat dengan mobil yang berkapasitas 17 orang di kendarai oleh Pak Umar seorang mualaf ex-tentara Inggris suami dari salah satu jamaah pengajian. Acara ini berlangsung selama 2 hari jadi kita memanfaatkan waktu sebelum dan sesudah acara untuk jalan-jalan di kota Aberdeen ini. Aberdeen itu salah satu kota besar di Skotlandia dan punya nama lain Energy Capital of Europe setelah ditemukannya cadangan minyak di laut Utara. Jadi buat temen-temen yang mau ambil jurusan perminyakan cocok banget kuliah disini.

So these are some pictures at Aberdeen city:

Pertama kali saya sampai di kota ini pada pagi hari langsung singgah di pantai yang cuakepp banget. Pasirnya berwarna hampir keemasan dan bersih di bagian depannya ada taman bermain namanya Queens Links dalamnya ada macam-macam seperti roler coaster, restaurant, dan cinema. Dan disini juga nanti diadakan kompetisi sepak bola pantai antar warga Indonesia dari seluruh kota di Inggris. Banyak juga yang bermain layang-layang saat angin bertiup kencang, makanya disini termasuk pantai yang ada ombaknya. Karena kalo di bandingkan pantai Blackpool atau Liverpool keduanya ga ada ombaknya, hampir ga ada yang surfing, dan ga ada juga yg minta bantuan saat tenggelem hehe…

Acara ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh keluarga Islam di Britania Raya dan menghadirkan 2 pembicara yang menurut saya cerdas yaitu Imam Shamsi Ali Bapak ini warga Indonesia yang menjadi Imam dan leader di Islamic Cultural Center, Mesjid terbesar di New York USA dan juga di Masjid Al Hikmah (masjid masyarakat muslim Indonesia) dan Syekh Abdurraheem Green seorang mualaf yang biasa dakwah Islam di UK dan juga di berbagai Negara di belahan dunia dari US sampai Australia. Setelah mendapat siraman rohani dan tentunya siraman makanan Indonesia yang lezat dan ciamik kita melanjutkan perjalanan ke tempat-tempat menarik di kota Aberdeen dan juga Edinburgh.

Kota Aberdeen merupakan kota terbesar ketiga di Skotlandia setelah Glasgow dan Edinburgh, disebut juga sebagai kota Granite karena tampilannya kotanya yang khas dengan batu-batuan. Memang terlihat berbeda banget kalo dibanding dengan kota-kota lainnya di britania raya karena kebanyakan rumah-rumahnya disini berwarna hitam keabu-abuan. Saat saya berjalan-jalan di tengah kota yang indah ini terdapat beberapa patung tentang pahlawan dari Skotlandia yaitu Sir William Palace. Kalau pernah menonton film Braveheart yang dibintangi oleh Mel Gibson pasti paham bagaimana Sir William Palace berjuang keras dalam membela tanah skotlandia ini.

Saya dan rombongan singgah di Balmoral Castle dimana salah satu istana keluarga kerajaan Inggris sejak Tahun 1852. Areanya sangat luas sekali sekitar 49.000 hektar yang terdiri dari istana, halaman, kandang kuda, lahan pertanian, dan berbagai macam jenis pohon dan tumbuh-tumbuhan. Terdapat penjelasan sejarah tentang kuda-kuda yang dipakai oleh Ratu Elizabeth dan keluarga kerajaan lainnya, mereka memiliki kuda favorit masing-masing yang dikasih nama tertentu. That was fantastic castle trough the beauty city!

_DSC0971 _DSC0978 _DSC0996 _DSC1008 _DSC1012 _DSC1042 _DSC0969

Sebelum pulang ke Manchester kita singgah di kota Edinburgh, it is one of the worlds most beautiful cities whether it is art and culture or sights of historic. Yang menarik adalah letak city center ini karena terdiri dari perbukitan dan sungai jadi saat berada ditengah-tengahnya bisa melihat keseluruh area mulai dari museum, istana, bukit, dan sungai, absolutely breath-taking! Mungkin menurut saya ini seperti Yogyakarta di Indonesia karena memang memiliki ciri khas tradisional yang kental. Nah kalau kota Aberdeen sangat cocok buat belajar tentang perminyakan maka kota Edinburgh ini sangat cocok buat yang belajar art & design atau bahkan sejarah. Banyak tempat-tempat menarik seperti Scottish Parliament, National Gallery, Royal Botanical Garden dan tentunya Edinburgh Castle. Istana Edinburgh ini biasanya memiliki jam-jam tertentu untuk membunyikan tembakan seolah-olah seperti benteng yang selalu siap siaga disetiap waktu. Ada waktu-waktu terbaik untuk mengunjungi kota ini seperti pada musim panas dan musim dingin karena banyak festival yang ditampilkan, terlebih lagi saat dipenghujung tahun, selalu ada acara kembang api.

Di akhir perjalanan kita mampir untuk sholat di salah satu Masjid terkenal di Edinburgh dengan nama Edinburgh Central Mosque, and Masha Allah the building is wonderfully simple I’m loving it! Dan ternyata Masjid ini hampir 90% dananya dari King Fahd alias Raja dari Kingdom of Saudi Arabia. Ketika bertambahnya jumlah Muslim di sini, maka pemerintah kota Edinburgh membangun Masjid ini akan tetapi terhenti karena masalah dana sehingga terdengar beritanya oleh Raja Fahd. Pembangunan tersebut berhasil diselesaikan memakan waktu lebih dari 6 tahun dan menghabiskan biaya yang sangat besar sekitar 3,5 milliar Poundsterling. Kemudian pada tanggal 31 July 1998 Masjid ini diresmikan oleh Pangeran Abdul Aziz Bin Fahd yaitu anaknya King Fahd. Sebagai musafir kita sholat magrib dan isya’ di jamak setelah itu makan malam dan persiapan kembali ke rumah masing-masing di Manchester.

 

 

_DSC1064Fascinating Mosque in Edinburgh City

Contrast_picInside the Masjid

Sedikit foto-foto dari ‘the heritage city of Edinburgh’:

This slideshow requires JavaScript.

 

So… time is up and we are getting back to home. Sekian saja oleh-0leh dari Skotlandia, keep update with this blog karena masih banyak kota-kota di Inggris yang akan saya tulis 😉 Wassalam

Salam Takzim

@jaesarahman

Manchester: Kota Merah nan Berlimpah

Ketika mendengar kota ini apalagi kalau bukan club papan atas yang terbesar di dunia Manchester United FC. Sejarah dari kota terkesan warna merah ini adalah pengakuannya perkemahan penduduk Roma yang disebut Mamucium, sisa peninggalannya bisa dilihat di Castlefield. Seiring bertambahnya bangunan seperti benteng dan tembok perang yang dibangun oleh suku Saxon, kota ini berubah menjadi daerah industri pertama dan terbesar di Inggris. Pada abad 20 semakin banyak pembangunan mendasar di bidang sosial dan ekonomi. Saya pribadi sangat suka dengan pengaturan kotanya oleh pemerintah karena sekotor apapun di malam hari, keesokan harinya sudah bersih. Ditambah lagi dengan disiplinnya transportasi bus dan kereta, mudah-mudahan suatu saat nanti kota-kota di Indonesia bisa berkembang ke arah yang baik.

Musium, salah satu tempat yang saya jajah pertama kali dan membuat pikiran saya mengingat film ‘night at the museum’ dimana semua benda-bendanya bergerak waktu malam hari juga saling berinteraksi, film dengan imajinasi yang super… tapi ga masalah kalo kata pak Albert Einsten yang menyuruh kita selalu berimajinasi dan berpikir kreatif. Meskipun dia ahli dibidang sains tapi quotesnya juga ditulis didalam musium ini yaitu “look deep into nature and then you will understand everything better”.

This slideshow requires JavaScript.

Selanjutnya adalah stadion yang dimiliki oleh tim bola terbesar di dunia yaitu Old Traffod Stadium. Old Trafford (julukan The Theatre of Dreams diberikan oleh Sir Bobby Charlton) adalah sebuah stadion di kota Stretford, Trefford, Manchester Raya, UK dan merupakan stadion milik Manchester United F.C. Lapangan ini menjadi permanen milik Manchester United F.C. sejak 1910 (sempat absen pada tahun 1941-1949 karena dibom saat Perang dunia kedua). Stadion ini terletak kira-kira setengah mil dari lapangan kriket Old Trafford dan Metrolink.

Terkadang stadion ini menjadi tuan rumah pertandingan semi-final Piala FA sebagai tempat netral, dan menjadi markas timnas Inggris ketika Wembley dalam proses renovasi. Dengan terpilihnya London sebagai tuan rumah Olimpiade 2012, stadion ini akan digunakan untuk beberapa pertandingan penyisihan sepak bola pria dan wanita. Di samping sepak bola, Old Trafford telah menjadi tempat penyelenggaraan Grand Final liga super Eropa sejak sistem playoff diadopsi oleh liga rugbi tahun 1998. Juga, pada awalnya, lapangan ini juga digunakan untuk shinty, olahraga tradisional Skotlandia.

532108_4243739608889_1011344886_n426823_4243742328957_785796122_n

Pertama-tama kita harus bayar tiket tour dulu, kira-kira dari 10 – 16 pounds tergantung umur dan punya student card. lalu nanti di beri tahu jadwal guidenya jam berapa. Saya kebagian jam 1 siang jadi sebelumnya saya gunakan untuk keliling museumnya. Didalamnya banyak terdapat benda-benda sejarah dari mulai kaos, peralatan bola, trophy, tanda tangan, hingga patung pemain legendanya. waktu menunjukkan pukul 1 dan pemandu guide pun sudah hadir, mulailah dia menjelaskan semua do’s and don’ts. kami semua diarahkan di setiap lorongnya untuk sampai ke bangku penonton. Dan akhirnya saya melihat langsung rumput hijau yang bersih tempat para pemain MU berlaga. Ini perasaan kedua yang paling membuat jantung berdebar-debar. perasaan pertama kali itu saat melihat Ka’bah didepan mata sewaktu umroh dulu.

Pada Minggu kedua di kota impian ini, saya bereksplorasi ke National Football Museum. Bangunan ini adalah bangunan Urbis yang dirancang oleh arsitek dari manchester terkenal Ian Simpson dan dibuka pada tahun 2002. Bangunan ini seperti bangunan revolusi industry yang berada diantara Chatedral dan perpustakaan Chetham. Gaya bangunan ini pun menandakan kehidupan perkotaan yang modern dan puncaknya dibuat miring karena dirancang sebagai jantung pusat kota. Untuk masuknya pun tidak dikenakan biaya, tapi saya beli buku panduan seharga 1 Pounds yang berisi informasi tentang museum ini. Bangunan ini sangat unik dan bernuansa modern, saat masuk lantai dasar pengunjung sudah bisa melihat lantai paling atas karena tanpa atap sehingga bisa menjangkau 4 lantai. dari mulai sejarah, quotes-quotes legenda sepak bola, sarung tangan, sepatu, kaos, sampai lukisan Eric Cantona terpajang disini. nah dilantai 2 saya melihat lukisan dan membuat saya berhenti sejenak agak lama karena sangat bersejarah. Lukisan itu dibuat oleh Michael J Browne yang berjudul The Art of the Game. Eric Cantona berpose layaknya raja dengan bendera di dalam bar Castlefield bersama rekan-rekan muda setimnya. Kisahnya, dalam 5 tahun berturut-turut dia membantu Leeds United untuk juara di divisi pertama dan Manchester United untuk menang 4 dari 5 liga Premier. Kemudian di lantai 3 tersedia permainan 3D untuk latihan shooting, passing, dan shot stopper tetapi dikenakan biaya tambahan 5 pound.

Selang beberapa Minggu, saya dan sahabat lama saya berkunjung ke kandang derby dari MU, Manchester City. beberapa penduduk disini mengatakan bahwa warga Manchester asli hampir semuanya fans dari City bukan United. Alasannya Manchester United lebih mencari keuntungan dan profit semata yang menyebabkan harganya diatas rata-rata. Mulai dari tiket masuk Old Trafford hingga merchandise dalam Old Trafford Shop semua harganya termasuk mahal. Walaupun Etihad Stadium lebih kecil dibanding Old Trafford, tetapi terdapat City Square untuk event-event tertentu bagi pendukungnya agar semakin akrab. Kebetulan saya berkesempatan masuk Etihad Stadium dengan gratis karena ada pembukaan pertandingan perdana tim Under 21. Walaupun tidak bertemu pemain inti Manchester City tapi sangat bersyukur sudah bisa melihat kemegahan dari tim yang di sponsori orang terkaya di Dubai ini, Syeikh Mansour.

Untuk masalah penginapan saya memberikan rekomendasi pada 2 hotel ini, Hotel Hilton dan Hilton Chambers Hostel. Bagi yang ingin merasakan pemandangan dari gedung tertinggi di Manchester dan punya fasilitas yang serba lengkap silahkan saja menginap di Hotel Hilton mulai dari harga Rp 1.400.000 terletak di 303 Deansgate, Manchester M3 4LQ http://www3.hilton.com teleponnya +44(0)1618701600. Selain itu ada juga buat para backpakers yang bisa tidur berbagi dengan 6 orang yang lainnya dalam 1 kamar (bisa milih sesama pria atau sesama wanita) silahkan kunjungi Hilton Chambers Hostel di 15 Hilton Street, Manchester City Center, Manchester, M1 1JJ telp. +44 (0)1612369500 http://hattersgroup.com/#mcr harganya pun lebih murah sekitar Rp 375.000

unnamed

2

1

Untuk masalah makanan saya juga menyarankan untuk mengunjungi 2 tempat area Muslim yang terkenal di Manchester dimana tersedia makanan halal. Yang pertama adalah daerah Cheetam Hill disitu ada tempat makan Pakistan bernama Al-Faisal berada di 459 Cheetham Hill Road, Cheetham Hill, Manchester, M8 9PA menjual makanan seperti Kebabs, Tandori, Kobeda, Pizza dan segala jenis makanan Pakistan. Tak jauh dari situ ada satu-satunya Subway fast food resto yang halal di kota ini. makanan yang dijual seperti burger, salad, sandwich, dan fast food lainnya. Kemudian ada juga daerah agak Selatan dari pusat kota Manchester ada daerah yang namanya Rusholme. Tempat ini malahan seperti daerah Timur Tengah apalagi dimalam hari. Disini ada restaurant terkenal untuk orang Melayu namanya Al Jazeera alamatnya di 22, Wilmslow Road, Manchester, M14 5TQ. Banyak jenis makanan Malaysia dan daerah Sumatera seperti Nasi Ayam, Qabily Pillow, Chicken Biryani, dll. Kebanyakan harga restaurant tersebut rata-rata 4 pound per porsinya, sekitar Rp 60.000.

Sekian aja dulu cerita dari kota Manchester semoga memberikan semangat untuk mengeksplor kota ini dan simak terus cerita yang lain dari Inggris Raya ini.

Salam Traveller!