Menelusuri Kota Leeds

Hello World! Episode kali ini saya akan kembali pada topik kesukaan yaitu entrepreneurship. Banyak arti dari kata tersebut antara lain pengusaha, pedagang, juragan, bos, dan lainnya. Ada yang pernah bercanda kepada saya, kamu orang Padang makanya Pandai Dagang dan jiwa sebagai pedagang sudah ada dari orang tuamu dulu. Kalau menurut saya pendapat tersebut tidak bisa dipercaya sepenuhnya. Kemampuan menjadi pengusaha tidak bisa ditentukan oleh etnis dan golongan manapun. Kemampuan atau skill berwirausaha akan bertumbuh melalui sikap dan mental seseorang, hal ini sangat berhubungan dengan kondisi lingkungan disekitar. Baiklah kita tahan dulu untuk sementara tentang entrepreneurship dan melihat keindahan dari kota yang pernah saya kunjungi dua kali, yaitu Leeds. Leeds merupakan pusat kota yang melayani finansial, bisnis, dan hukum terbesar setelah London tak heran kota ini sangat multikultural dimana terdapat berbagai macam latar belakang manusia. Disamping itu sekarang semakin banyak bermacam variasi bangunan religius dan kebudayaan terdapat disini. Terdapat 3 kampus utama yang mengokohkan Leeds sebagai kota pendidikan dan membuat mahasiswa menggelar festival budaya, musikal, olahraga, dll.Menurut Leeds City Council pada Tahun 2009, Sektor pariwisata merupakan elemen penting bagi perekonomian Leeds sehingga kota ini termasuk kota ke-13 di Inggris yang paling banyak dikunjungi oleh turis asing dan kota ke-8 yang paling sering dikunjungi oleh turis domestik. Cukup penjelasannya langsung kita lihat foto-fotonyaaa

20140328_105604 20140328_104928

Leeds Stadium

Satu-satunya pemain yang saya kenal dan terkenal di zamannya itu adalah Alan Shearer yang sekarang menjadi pelatih Newcastle United. Seperti biasa foto-foto didepan stadium jadi suatu keharusan bagi saya. Stadium Leeds ini berada di Ellend Road yang kira-kira 15 menit dari pusat kota dengan bus.

Royal Armouries

Ini dia museum favorit saya, karena menyimpan senjata-senjata dan jubah perang zaman dahulu. Mungkin karena suka mendengar sejarah dan film-film perang waktu kecil makanya hampir tak terasa menghabiskan waktu 2 jam didalamnya. Museum ini posisinya dekat Clarence Dock yang dibuka pada tahun 1996 yang disponsori oleh departmen budaya, median dan olahraga Inggris. Hampir semua museum di Inggris ini gratis dan terawat dengan baik, semoga di contoh oleh pemerintah Indonesia juga kedepannya. Mereka meraih pendapatan dari pengunjung dengan cukup cerdas yaitu ada game menembak yang harus memberikan 1 pound koin agar bisa dimainkan, Disamping tempat jual souvenir yang keren.

20140328_124311

Masjid Pakistan

Dengan memakan waktu 15 menit dari Leeds market, sampailah di Mesjid terdekat untuk melaksanakan sholat Jumat. Bangunan dalam mesjid yang memiliki 2 lantai ini sangat rapi disamping juga bersih. Khutbah pun dimulai dengan bahasa Urdu alias bahasa India atau Pakistan yang membawa saya ke alam ketidakpahaman. Untungnya di terakhir khotbah ada translatenya bahasa Inggris. Sebelum pulang mampir dulu di restoran cepat saji untuk membeli makan siang karena di area mesjid ada makanan halal bin murah meriah

Leeds University14138_4866953228840_399071806_n

Kuliah umum yang diisi oleh Rhenald Kasali dan Faisal Basri mendapat fasilitas dari Universitas Leeds. Acara yang mengundang minat untuk berdiskusi ini berlangsung selama 1 hari dari pagi hingga sore. Teman-teman Persatuan Pelajar Indonesia di Leeds menunjuk gedung business school untuk ruangannya. Bangunan yang menarik dan cukup terkenal dari kampus ini adalah Parkinson Building dengan desain memanjangnya.

Leeds Market

Pasar yang terletak tepat dibelakang stasiun bus ini menyediakan barang-barang dengan harga cukup terjangkau dibanding pusat perbelanjaan mall. Kebanyakan seperti pedagang kaki lima menjualkan barang dagangannya. Saat saya berbicara dengan teman saya dengan bahasa Indonesia, tiba-tiba ada yang membalas “itu bagus” wah ternyata ada salah satu pedagang yang pernah tinggal di Indonesia. Akhirnya kita mulai berdiskusi dari mulai perkenalan, bertanya dimana bisa sholat Jum’at karena kebetulan hari Jum’at, hingga harga sewa toko di Leeds market itu. Alhamdulillah tidak perlu repot cari Mesjid, langsung ditunjukkan oleh pedagang tersebut. Setelah selesai sholat Jum’at malah dijamu dengan minum teh, kolaborasi yang mantap antara cuaca dingin dan teh panas.

Karena topik yang saya dapat dari konferensi di Leeds adalah tentang entrepreneurship jadi saya tertarik untuk membahas tentang mengapa kita harus jadi pengusaha. Ada …. alasan yang menurut saya kita harus berwirausaha, yaitu:

1. Allah telah menjamin rezeki setiap manusia dan tidak akan pernah tertukar. Ada 3 tipe rezeki yang telah diberikan Allah kepada setiap makhluk-Nya. yaitu rezeki yang dijamin, rezeki yang digantungkan. dan rezeki yang dijanjikan. pertama, setiap makhluk hidup telah mendapatkan rezekinya masing-masing misalnya saja anggota tubuh kita. Kita punya mata untuk melihat, hidung untuk bernafas, kaki untuk berjalan. Semuanya merupakan rezeki yang sudah dijamin dari Allah kepada manusia. kedua, makhluk hidup harus berusaha untuk mendapatkan rezeki yang sudah ada. Misalnya saja burung harus terbang dan mencari makanan untuk dirinya dan keluarganya. Burung jantan akan pergi ke pohon-pohon untuk mendapatkan cacing yang akan dibawa ke sarangnya untuk diberikan kepada anak-anaknya. Ketiga, rezeki yang didapat dari sedekah! seperti yang Ust. Yusuf Mansur sering sampaikan kalau kita bersedekah 1 maka akan dibalas 10 kali lipat. Dalam Al-Qur’an juga ditegaskan “Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat sepuluh kali lipat amalnya..” (QS. Al-An’am 6:160). Jadi ga perlu lagi takut akan kehilangan rezeki karena keluar dari pekerjaan dan menjadi enterpreneur.

2. Mengikuti pekerjaan Nabi Muhammad SAW sebagai pedagang. Kalau misalnya kita cermati list majalah Forbes dalam 100 orang terkaya di dunia maka akan kita temui nama-nama seperti Bill Gates, Warren Buffet, Larry Page, Mark Zuckerberg dan di dalam negeri seperti Chairul Tanjung, Putera Sampoerna, Ciputra, dll mereka semua adalah pengusaha. Sebenarnya jauh lebih dahulu ketika Rasulullah SAW masih hidup beliau juga mengajarkan hal yang sama untuk menjadi pengusaha. dalam salah satu hadisnya beliau bersabda “9 dari 10 Pintu Rezeki itu berasal dari perniagaan (perdagangan)” (HR. Tirmidzi). Bisa disimpulkan bahwa 90% pintu rezeki itu bersumber dari berdagang atau jadi pengusaha.

3. Negara Indonesia butuh lebih banyak pengusaha agar mencapai kesejahteraan.  Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. David McCelland dari Harvard University dalam bukunya “The Achieving Society”, suatu negara dapat mencapai kemakmuran dan kesejahteraan jika minimal 2% dari jumlah penduduknya menjadi pengusaha. Sedangkan di Indonesia sendiri pada tahun 2012, menurut data dari total 237 juta penduduk hanya memiliki sekitar 400 ribu pengusaha, padahal idealnya harus mencapai 4,4 juta pengusaha. Jauh sekali dari harapan untuk berada dalam kategori negara yang sejahtera. Apabila beberapa dari kita berpindah pekerjaan dari karyawan menjadi pengusaha, maka dampaknya akan secara signifikan berkontribusi langsung untuk bangsa dan negara.

4. Menjadi pemimpin diri sendiri juga dalam sebuah organisasi. Sudah pernah coba keripik pedas Maicih belum? sampai berapa level yang pernah dimakan? saya sih ga kuat pedes-pedes walaupun ada darah Padang he he… Keripik Maicih ini laris menembus pasar karena ownernya, Reza Nurhilman atau biasa dipanggil axl berhasil memanfaatkan dengan baik lewat jejaring sosial. Dan dia menamakan dirinya sebagai Pak Presiden dan kalau ingin membuka cabang akan disebut jenderal Maicih. Dengan menjadi pengusaha kita akan berlaku sebagai pemimpin dan memiliki anak buah. Dengan memiliki anak buah kita akan terus belajar menjadi pemimpin yang baik dari mulai usaha kita sendiri. Disamping itu kita bisa menentukan jam kerja sendiri, dari pada bekerja pada orang, waktu kita selalu bergantung pada bos. Dan nantinya akan terbiasa memimpin keluarga khususnya para calon Bapak, kemudian terbiasa memimpin RT, kelurahan, kota, dan syukur-syukur jadi presiden di Indonesia. Big thing always come from small thing.

Jadi tidak perlu menunggu lagi untuk menjadi pengusaha langsung cantumkan mimpimu (dream) kemudian minta kepada Allah agar keinginanmu dan usahamu di ridhoi dengan cara ibadah dan doa (pray) terakhir adalah dengan berusaha (action) dalam berusaha juga ada 4 hal penting yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Insha Allah semua keinginanmu akan tercapai. Sekian saja kisah perjalanan di kota Leeds…. Bon Courage!

Salam Entrepreneur

Advertisements

Manchester: Kota Merah nan Berlimpah

Ketika mendengar kota ini apalagi kalau bukan club papan atas yang terbesar di dunia Manchester United FC. Sejarah dari kota terkesan warna merah ini adalah pengakuannya perkemahan penduduk Roma yang disebut Mamucium, sisa peninggalannya bisa dilihat di Castlefield. Seiring bertambahnya bangunan seperti benteng dan tembok perang yang dibangun oleh suku Saxon, kota ini berubah menjadi daerah industri pertama dan terbesar di Inggris. Pada abad 20 semakin banyak pembangunan mendasar di bidang sosial dan ekonomi. Saya pribadi sangat suka dengan pengaturan kotanya oleh pemerintah karena sekotor apapun di malam hari, keesokan harinya sudah bersih. Ditambah lagi dengan disiplinnya transportasi bus dan kereta, mudah-mudahan suatu saat nanti kota-kota di Indonesia bisa berkembang ke arah yang baik.

Musium, salah satu tempat yang saya jajah pertama kali dan membuat pikiran saya mengingat film ‘night at the museum’ dimana semua benda-bendanya bergerak waktu malam hari juga saling berinteraksi, film dengan imajinasi yang super… tapi ga masalah kalo kata pak Albert Einsten yang menyuruh kita selalu berimajinasi dan berpikir kreatif. Meskipun dia ahli dibidang sains tapi quotesnya juga ditulis didalam musium ini yaitu “look deep into nature and then you will understand everything better”.

This slideshow requires JavaScript.

Selanjutnya adalah stadion yang dimiliki oleh tim bola terbesar di dunia yaitu Old Traffod Stadium. Old Trafford (julukan The Theatre of Dreams diberikan oleh Sir Bobby Charlton) adalah sebuah stadion di kota Stretford, Trefford, Manchester Raya, UK dan merupakan stadion milik Manchester United F.C. Lapangan ini menjadi permanen milik Manchester United F.C. sejak 1910 (sempat absen pada tahun 1941-1949 karena dibom saat Perang dunia kedua). Stadion ini terletak kira-kira setengah mil dari lapangan kriket Old Trafford dan Metrolink.

Terkadang stadion ini menjadi tuan rumah pertandingan semi-final Piala FA sebagai tempat netral, dan menjadi markas timnas Inggris ketika Wembley dalam proses renovasi. Dengan terpilihnya London sebagai tuan rumah Olimpiade 2012, stadion ini akan digunakan untuk beberapa pertandingan penyisihan sepak bola pria dan wanita. Di samping sepak bola, Old Trafford telah menjadi tempat penyelenggaraan Grand Final liga super Eropa sejak sistem playoff diadopsi oleh liga rugbi tahun 1998. Juga, pada awalnya, lapangan ini juga digunakan untuk shinty, olahraga tradisional Skotlandia.

532108_4243739608889_1011344886_n426823_4243742328957_785796122_n

Pertama-tama kita harus bayar tiket tour dulu, kira-kira dari 10 – 16 pounds tergantung umur dan punya student card. lalu nanti di beri tahu jadwal guidenya jam berapa. Saya kebagian jam 1 siang jadi sebelumnya saya gunakan untuk keliling museumnya. Didalamnya banyak terdapat benda-benda sejarah dari mulai kaos, peralatan bola, trophy, tanda tangan, hingga patung pemain legendanya. waktu menunjukkan pukul 1 dan pemandu guide pun sudah hadir, mulailah dia menjelaskan semua do’s and don’ts. kami semua diarahkan di setiap lorongnya untuk sampai ke bangku penonton. Dan akhirnya saya melihat langsung rumput hijau yang bersih tempat para pemain MU berlaga. Ini perasaan kedua yang paling membuat jantung berdebar-debar. perasaan pertama kali itu saat melihat Ka’bah didepan mata sewaktu umroh dulu.

Pada Minggu kedua di kota impian ini, saya bereksplorasi ke National Football Museum. Bangunan ini adalah bangunan Urbis yang dirancang oleh arsitek dari manchester terkenal Ian Simpson dan dibuka pada tahun 2002. Bangunan ini seperti bangunan revolusi industry yang berada diantara Chatedral dan perpustakaan Chetham. Gaya bangunan ini pun menandakan kehidupan perkotaan yang modern dan puncaknya dibuat miring karena dirancang sebagai jantung pusat kota. Untuk masuknya pun tidak dikenakan biaya, tapi saya beli buku panduan seharga 1 Pounds yang berisi informasi tentang museum ini. Bangunan ini sangat unik dan bernuansa modern, saat masuk lantai dasar pengunjung sudah bisa melihat lantai paling atas karena tanpa atap sehingga bisa menjangkau 4 lantai. dari mulai sejarah, quotes-quotes legenda sepak bola, sarung tangan, sepatu, kaos, sampai lukisan Eric Cantona terpajang disini. nah dilantai 2 saya melihat lukisan dan membuat saya berhenti sejenak agak lama karena sangat bersejarah. Lukisan itu dibuat oleh Michael J Browne yang berjudul The Art of the Game. Eric Cantona berpose layaknya raja dengan bendera di dalam bar Castlefield bersama rekan-rekan muda setimnya. Kisahnya, dalam 5 tahun berturut-turut dia membantu Leeds United untuk juara di divisi pertama dan Manchester United untuk menang 4 dari 5 liga Premier. Kemudian di lantai 3 tersedia permainan 3D untuk latihan shooting, passing, dan shot stopper tetapi dikenakan biaya tambahan 5 pound.

Selang beberapa Minggu, saya dan sahabat lama saya berkunjung ke kandang derby dari MU, Manchester City. beberapa penduduk disini mengatakan bahwa warga Manchester asli hampir semuanya fans dari City bukan United. Alasannya Manchester United lebih mencari keuntungan dan profit semata yang menyebabkan harganya diatas rata-rata. Mulai dari tiket masuk Old Trafford hingga merchandise dalam Old Trafford Shop semua harganya termasuk mahal. Walaupun Etihad Stadium lebih kecil dibanding Old Trafford, tetapi terdapat City Square untuk event-event tertentu bagi pendukungnya agar semakin akrab. Kebetulan saya berkesempatan masuk Etihad Stadium dengan gratis karena ada pembukaan pertandingan perdana tim Under 21. Walaupun tidak bertemu pemain inti Manchester City tapi sangat bersyukur sudah bisa melihat kemegahan dari tim yang di sponsori orang terkaya di Dubai ini, Syeikh Mansour.

Untuk masalah penginapan saya memberikan rekomendasi pada 2 hotel ini, Hotel Hilton dan Hilton Chambers Hostel. Bagi yang ingin merasakan pemandangan dari gedung tertinggi di Manchester dan punya fasilitas yang serba lengkap silahkan saja menginap di Hotel Hilton mulai dari harga Rp 1.400.000 terletak di 303 Deansgate, Manchester M3 4LQ http://www3.hilton.com teleponnya +44(0)1618701600. Selain itu ada juga buat para backpakers yang bisa tidur berbagi dengan 6 orang yang lainnya dalam 1 kamar (bisa milih sesama pria atau sesama wanita) silahkan kunjungi Hilton Chambers Hostel di 15 Hilton Street, Manchester City Center, Manchester, M1 1JJ telp. +44 (0)1612369500 http://hattersgroup.com/#mcr harganya pun lebih murah sekitar Rp 375.000

unnamed

2

1

Untuk masalah makanan saya juga menyarankan untuk mengunjungi 2 tempat area Muslim yang terkenal di Manchester dimana tersedia makanan halal. Yang pertama adalah daerah Cheetam Hill disitu ada tempat makan Pakistan bernama Al-Faisal berada di 459 Cheetham Hill Road, Cheetham Hill, Manchester, M8 9PA menjual makanan seperti Kebabs, Tandori, Kobeda, Pizza dan segala jenis makanan Pakistan. Tak jauh dari situ ada satu-satunya Subway fast food resto yang halal di kota ini. makanan yang dijual seperti burger, salad, sandwich, dan fast food lainnya. Kemudian ada juga daerah agak Selatan dari pusat kota Manchester ada daerah yang namanya Rusholme. Tempat ini malahan seperti daerah Timur Tengah apalagi dimalam hari. Disini ada restaurant terkenal untuk orang Melayu namanya Al Jazeera alamatnya di 22, Wilmslow Road, Manchester, M14 5TQ. Banyak jenis makanan Malaysia dan daerah Sumatera seperti Nasi Ayam, Qabily Pillow, Chicken Biryani, dll. Kebanyakan harga restaurant tersebut rata-rata 4 pound per porsinya, sekitar Rp 60.000.

Sekian aja dulu cerita dari kota Manchester semoga memberikan semangat untuk mengeksplor kota ini dan simak terus cerita yang lain dari Inggris Raya ini.

Salam Traveller!

Sedekah bikin berkah

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pasti tahu dengan pendiri Microsoft kan? yang memiliki kekayaan mencapai $61 Billion? Bill Gates! Iyak betul 100 buat anak-anak, seribu buat bapak guru. Si bapak yang ahli dalam program ini menyisihkan 10 % dari harta kekayaan pribadinya untuk yayasan sosial yang dia bangun dengan istrinya bernama Bill and Melinda Gates Foundation. Dan sekarang telah mendedikasikan dirinya untuk mengurus yayasan tersebut dan tidak lagi mengatur perusahaan peranti lunak tersebut. Selanjutnya ada tokoh terkaya lainnya yaitu Warren Buffet seorang investor dan juga salah satu makhluk terkaya di muka bumi ini. Diperkirakan total donasinya mencapai 40 juta dolar. Sehingga dia dijuluki menjadi pebisnis modern yang paling dermawan tetapi masih dengan label makhluk terkaya di muka bumi ini. Seluruh dunia akan mengingat bahwa mereka adalah orang yang loyal dan dermawan.

Saya punya cerita sendiri tentang efek dari memberi itu bahwa akan selalu diingat oleh orang lain. Waktu SD saya diantar jemput oleh pak supir terkadang nenek saya pun ikut naik mobil jemputan. Setiap pulang ke arah rumah ada komplek kecil yang waktu itu sedang membangun masjid. Seperti biasa, didepan masjid ada mas-mas memakai peci yang menadahkan jaring ikan untuk menampung uang. Saya juga masih belum paham sejarahnya dari mana Islam mengajarkan hal ini, tapi ya sudahlah bukan itu yang diperdebatkan. Lalu dibelakangnya ada bapak-bapak yang siap dengan Mic dan amplifiernya memberikan komentar “Alhamdulillah, terima kasih pak, mudah-mudahan berkah” Nah kebetulan nenek saya termasuk orang yang ringan tangan dan suka memberi. Setiap lewat jalan itu pasti membuka kaca dan menjatuhkan selembar uang Seribu Rupiah. Kejadian tersebut berulang-ulang kali dan membuat bapak pemegang mic tersebut hapal dengan mobil jemputan kami. “Yak, Mobil Kijang B 1884 YW dataaaang daaaan Alhamdulillah terima kasih semoga amalnya diterima di sisiNya”. Semasa kecil saya suka ge-er sendiri setiap lewat daerah  situ karena selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat setempat kalau mobil kami lewat. Itu juga yang membuat kebiasaan saya memberi ketika berada di perempatan lampu merah. Setiap berhenti dilampu merah, buka kaca, kasih uang receh, tutup kaca. Tetapi mengapa orang miskin masih tetap banyak yang meminta-minta dan menjadi kebiasaan yang tidak enak dipandang. Nama negara kita jadi buruk di mata bule-bule yang datang. Akhirnya saya sudah mulai mengurangi kebiasaan memberi dilampu merah selain sudah ada larangan dari pemerintah untuk kasus tersebut. Saya lebih menghargai pedagang kaki lima, penjual boneka mobil goyang-goyang, penjual tahu dan minuman, penjual tempelan mobil ketimbang kaum miskin yang bermodalkan tampang kusut baju robek-robek apalagi sampai mengeksploitasi anak kecil. Setega itukah para orang tua yang membiarkan anaknya mengais duit dijalanan saat hujan turun?

Kembali membahas masalah sedekah. Setiap manusia pasti memiliki Kepercayaan dan Agamanya masing-masing. Pendekatan Agama akan mengarah kepada Hidden Motivation. Motivation adalah sesuatu yang membuat kita tetap semangat dalam menjalani hidup. Jadi Hidden Motivation disini tidak lain dan tidak bukan adalah Tuhan. Mungkin agama kristen bisa menyebut Tuhan Yesus tetapi karena saya Islam maka saya menyebutnya Allah SWT. Setiap umat beragama pasti percaya bahwa Hidden Motivation akan selalu mencatat amal kejahatan dan kebaikan atas apa yang kita perbuat. Amal perbuatan ini bisa dihubungkan dengan sedekah, didalam Kitab Suci Al-Qur’an dijelaskan bahwa balasan dari memberi tidak hanya diakhirat saja tetapi juga dunia langsung bahkan 700 kali lipat. Ini bisa disebut juga investasi dunia dan akhirat. Apa itu investasi? Tenang saja pasti dibahas setelah ini.

Selanjutnya bukti nyata yang berhubungan langsung dengan moral kita adalah sedekah membuat perasaan kita nyaman dan tentram. Gini lho.. setiap kita memberi uang kepada mereka yang tidak mampu atau membantu sesama, dengan tidak disadari kita membuang energi negatif dan menyerap energi positif kedalam diri kita. Perasaan kita bertambah nyaman, damai dan senang. Contoh kecilnya memuji orang lain, kalau teman dibilang ganteng atau cantik pasti feedbacknya positif atau coba saja lihat efek dari orang lain yang kita beri hadiah, pasti senyum, dan bilang “terima kasih yaaa”, ditambah lagi kita akan diberi hadiah lagi esok hari. Alhamdulillah itu namanya rezeki, ga boleh ditolak :))

Istilahnya bisa charity, giving, sedekah, beramal, infaq, dan masih banyak lagi tetapi pada intinya memberikan apapun yang kita punya kepada mereka yang tidak punya. Giving bisa bermacam-macam bentuknya. Yuk langsung dikasih contoh karena penjelasan tanpa contoh bagai makan soto tanpa kuah. Contoh pertama memberikan ilmu yang kita punya kepada mereka yang belum tau ilmu tersebut. Dalam kegiatan belajar-mengajar disekolah, siswa berprestasi dalam bidang akademik memberikan tutor sebaya kepada siswa yang belum paham pelajaran. Tutor sebaya adalah sistem pengajaran yang dilakukan oleh teman seangkatan. Jadi bukan senior yang mengajar junior, bukan kakak kelas mengajari adik kelas. Tapi teman didalam satu kelas yang menjadi guru. Sistem ini sudah banyak digunakan disetiap sekolah karena metode yang diajarkan guru akan berbeda dengan bahasa yang digunakan oleh teman seumurnya. Dan keuntungan langsung yang dirasakan oleh siswa yang mengajarkan ilmunya tersebut adalah semakin melekat diluar kepala (bukan hilang lho ya) kenapa? Ya karena dia mengulang-ngulang terus ilmu yang ada. Semakin pintar dan tetap rangking satu dikelas kan?

Selanjutnya meminjamkan catatan kepada teman, pasti ada teman kita yang suka malas mencatat pelajaran. Akhirnya dia mencari teman yang rajin mencatat, teman yang rajin mencatat pun meminjamkan catatannya, kegiatan itu diulang terus menerus, jadinya anak yang malas mencatat jadi ga pernah nyatet pelajaran, sebaliknya anak yang rajin nyatet malah makin rajin mencatat. Keuntungan langsung yang didapat anak yang rajin mencatat adalah rajin masuk kelas karena selalu mencatat setiap pelajaran dan tulisannya makin bagus supaya si peminjam catatan ini bisa baca dengan jelas, ga nanya-nanya mulu.

Lalu menjadi guide serabutan kepada orang baru yang masuk didaerah kita. Misalnya Joko adalah warga Yogyakarta sedang kedatangan keluarga dari Jakarta bernama Jason. Kemudian Joko mengajak Jason jalan-jalan untuk berkeliling Malioboro dan menjelaskan apa saja tempat-tempat menarik dan kuliner khas kota pelajar itu. Otomatis Joko akan merekomendasi tempat yang pernah Joko kunjungi sebelumnya. Jason gembira atas penyambutan itu dan makin sering berkunjung ke Yogyakarta membawa teman-teman dari Jakarta. Dengan terpaksa Joko menjadi guide gratis lagi kan? Eits jangan salah itu gratis ya, dengan menjadi guide gratis, tanpa disadari Joko semakin hafal daerah Jogja karena ga mungkin ngasih tempat yang udah dikunjungi lagi, nanti bosen dong, kedua Joko pun punya teman-teman baru dari Jakarta, ketiga karena Jason puas dengan perlakuan Joko, mulai dari biaya perjalanan sampai biaya makan ditanggung oleh Jason. Joko pun tidak mengeluarkan sepeserpun uang selama seharian.

Contoh lain lagi cerita si anak orang kaya dan anak orang miskin. Ada 2 anak manusia yang memiliki latar belakang berbeda. Yang pertama anak orang kaya, sebut saja si kaya, dia berasal dari keluarga pengusaha termasyhur dinegaranya yang mungkin 7 turunan tidak akan habis kekayaannya. Yang kedua anak orang miskin, sebut saja si miskin, dia hidup dibawah garis degradasi kemiskinan, melarat, dan orang tuanya punya hutang 7 juta dollar. Mereka berdua teman baik disekolah, karena si kaya merasa cocok bermain dengan si miskin, mereka bersahabat saking akrabnya si kaya selalu memberi uang kepada si miskin untuk makan sehari-hari. Dari bulan ke bulan, tahun ke tahun si kaya selalu memberi makan si miskin, dan si miskin menggantungkan hidupnya kepada si kaya. Si kaya yang dermawan ini menjadi tempat curhat si miskin, jiwanya tidak tega temannya kelaparan. Bagaimanapun juga si kaya harus memberi makan si miskin setiap hari. Si kaya akhirnya berusaha mencari pekerjaan tetap karena punya beban untuk dirinya sendiri dan untuk si miskin. Dan si miskin? Tetap menggantungkan hidupnya kepada si kaya. Dia menjadi pribadi yang malas bekerja dan bergantung hidupnya pada orang lain. Jadi si kaya tambah kaya 7 turunan malah bertambah 8 turunan karena punya pekerjaan baru. Dan si miskin makin miskin dengan tambahan hutang jadi 8 juta dollar karena telah berkeluarga. Itulah kenapa memberi selalu lebih baik dari menerima, tangan diatas selalu lebih baik dari tangan dibawah. Percaya deh karena sebagian uang yang diberikan kepada mereka yang kurang beruntung tidak akan habis, malah dibalas sepuluh kali lipat oleh Tuhan.

Sebenernya masih banyak kejadian-kejadian sedekah dalam kehidupan kita, mulai dari hal yang paling sederhana misalnya senyum sampai menyumbangkan barang kesayangan kita kepada orang lain yang butuh. Nah ini jadi buat tugas teman-teman dirumah. Buatlah cerita sedekah yang bisa jadi inspirasi buat teman-teman yang lain. kirim via email ke planningthemoney@yahoo.co.id nanti cerita kamu semua yang paling bagus akan diposting dalam blog jaesarahman.wordpress.com Selamat menulis dan bercerita!