Menelusuri Kota Leeds

Hello World! Episode kali ini saya akan kembali pada topik kesukaan yaitu entrepreneurship. Banyak arti dari kata tersebut antara lain pengusaha, pedagang, juragan, bos, dan lainnya. Ada yang pernah bercanda kepada saya, kamu orang Padang makanya Pandai Dagang dan jiwa sebagai pedagang sudah ada dari orang tuamu dulu. Kalau menurut saya pendapat tersebut tidak bisa dipercaya sepenuhnya. Kemampuan menjadi pengusaha tidak bisa ditentukan oleh etnis dan golongan manapun. Kemampuan atau skill berwirausaha akan bertumbuh melalui sikap dan mental seseorang, hal ini sangat berhubungan dengan kondisi lingkungan disekitar. Baiklah kita tahan dulu untuk sementara tentang entrepreneurship dan melihat keindahan dari kota yang pernah saya kunjungi dua kali, yaitu Leeds. Leeds merupakan pusat kota yang melayani finansial, bisnis, dan hukum terbesar setelah London tak heran kota ini sangat multikultural dimana terdapat berbagai macam latar belakang manusia. Disamping itu sekarang semakin banyak bermacam variasi bangunan religius dan kebudayaan terdapat disini. Terdapat 3 kampus utama yang mengokohkan Leeds sebagai kota pendidikan dan membuat mahasiswa menggelar festival budaya, musikal, olahraga, dll.Menurut Leeds City Council pada Tahun 2009, Sektor pariwisata merupakan elemen penting bagi perekonomian Leeds sehingga kota ini termasuk kota ke-13 di Inggris yang paling banyak dikunjungi oleh turis asing dan kota ke-8 yang paling sering dikunjungi oleh turis domestik. Cukup penjelasannya langsung kita lihat foto-fotonyaaa

20140328_105604 20140328_104928

Leeds Stadium

Satu-satunya pemain yang saya kenal dan terkenal di zamannya itu adalah Alan Shearer yang sekarang menjadi pelatih Newcastle United. Seperti biasa foto-foto didepan stadium jadi suatu keharusan bagi saya. Stadium Leeds ini berada di Ellend Road yang kira-kira 15 menit dari pusat kota dengan bus.

Royal Armouries

Ini dia museum favorit saya, karena menyimpan senjata-senjata dan jubah perang zaman dahulu. Mungkin karena suka mendengar sejarah dan film-film perang waktu kecil makanya hampir tak terasa menghabiskan waktu 2 jam didalamnya. Museum ini posisinya dekat Clarence Dock yang dibuka pada tahun 1996 yang disponsori oleh departmen budaya, median dan olahraga Inggris. Hampir semua museum di Inggris ini gratis dan terawat dengan baik, semoga di contoh oleh pemerintah Indonesia juga kedepannya. Mereka meraih pendapatan dari pengunjung dengan cukup cerdas yaitu ada game menembak yang harus memberikan 1 pound koin agar bisa dimainkan, Disamping tempat jual souvenir yang keren.

20140328_124311

Masjid Pakistan

Dengan memakan waktu 15 menit dari Leeds market, sampailah di Mesjid terdekat untuk melaksanakan sholat Jumat. Bangunan dalam mesjid yang memiliki 2 lantai ini sangat rapi disamping juga bersih. Khutbah pun dimulai dengan bahasa Urdu alias bahasa India atau Pakistan yang membawa saya ke alam ketidakpahaman. Untungnya di terakhir khotbah ada translatenya bahasa Inggris. Sebelum pulang mampir dulu di restoran cepat saji untuk membeli makan siang karena di area mesjid ada makanan halal bin murah meriah

Leeds University14138_4866953228840_399071806_n

Kuliah umum yang diisi oleh Rhenald Kasali dan Faisal Basri mendapat fasilitas dari Universitas Leeds. Acara yang mengundang minat untuk berdiskusi ini berlangsung selama 1 hari dari pagi hingga sore. Teman-teman Persatuan Pelajar Indonesia di Leeds menunjuk gedung business school untuk ruangannya. Bangunan yang menarik dan cukup terkenal dari kampus ini adalah Parkinson Building dengan desain memanjangnya.

Leeds Market

Pasar yang terletak tepat dibelakang stasiun bus ini menyediakan barang-barang dengan harga cukup terjangkau dibanding pusat perbelanjaan mall. Kebanyakan seperti pedagang kaki lima menjualkan barang dagangannya. Saat saya berbicara dengan teman saya dengan bahasa Indonesia, tiba-tiba ada yang membalas “itu bagus” wah ternyata ada salah satu pedagang yang pernah tinggal di Indonesia. Akhirnya kita mulai berdiskusi dari mulai perkenalan, bertanya dimana bisa sholat Jum’at karena kebetulan hari Jum’at, hingga harga sewa toko di Leeds market itu. Alhamdulillah tidak perlu repot cari Mesjid, langsung ditunjukkan oleh pedagang tersebut. Setelah selesai sholat Jum’at malah dijamu dengan minum teh, kolaborasi yang mantap antara cuaca dingin dan teh panas.

Karena topik yang saya dapat dari konferensi di Leeds adalah tentang entrepreneurship jadi saya tertarik untuk membahas tentang mengapa kita harus jadi pengusaha. Ada …. alasan yang menurut saya kita harus berwirausaha, yaitu:

1. Allah telah menjamin rezeki setiap manusia dan tidak akan pernah tertukar. Ada 3 tipe rezeki yang telah diberikan Allah kepada setiap makhluk-Nya. yaitu rezeki yang dijamin, rezeki yang digantungkan. dan rezeki yang dijanjikan. pertama, setiap makhluk hidup telah mendapatkan rezekinya masing-masing misalnya saja anggota tubuh kita. Kita punya mata untuk melihat, hidung untuk bernafas, kaki untuk berjalan. Semuanya merupakan rezeki yang sudah dijamin dari Allah kepada manusia. kedua, makhluk hidup harus berusaha untuk mendapatkan rezeki yang sudah ada. Misalnya saja burung harus terbang dan mencari makanan untuk dirinya dan keluarganya. Burung jantan akan pergi ke pohon-pohon untuk mendapatkan cacing yang akan dibawa ke sarangnya untuk diberikan kepada anak-anaknya. Ketiga, rezeki yang didapat dari sedekah! seperti yang Ust. Yusuf Mansur sering sampaikan kalau kita bersedekah 1 maka akan dibalas 10 kali lipat. Dalam Al-Qur’an juga ditegaskan “Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat sepuluh kali lipat amalnya..” (QS. Al-An’am 6:160). Jadi ga perlu lagi takut akan kehilangan rezeki karena keluar dari pekerjaan dan menjadi enterpreneur.

2. Mengikuti pekerjaan Nabi Muhammad SAW sebagai pedagang. Kalau misalnya kita cermati list majalah Forbes dalam 100 orang terkaya di dunia maka akan kita temui nama-nama seperti Bill Gates, Warren Buffet, Larry Page, Mark Zuckerberg dan di dalam negeri seperti Chairul Tanjung, Putera Sampoerna, Ciputra, dll mereka semua adalah pengusaha. Sebenarnya jauh lebih dahulu ketika Rasulullah SAW masih hidup beliau juga mengajarkan hal yang sama untuk menjadi pengusaha. dalam salah satu hadisnya beliau bersabda “9 dari 10 Pintu Rezeki itu berasal dari perniagaan (perdagangan)” (HR. Tirmidzi). Bisa disimpulkan bahwa 90% pintu rezeki itu bersumber dari berdagang atau jadi pengusaha.

3. Negara Indonesia butuh lebih banyak pengusaha agar mencapai kesejahteraan.  Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. David McCelland dari Harvard University dalam bukunya “The Achieving Society”, suatu negara dapat mencapai kemakmuran dan kesejahteraan jika minimal 2% dari jumlah penduduknya menjadi pengusaha. Sedangkan di Indonesia sendiri pada tahun 2012, menurut data dari total 237 juta penduduk hanya memiliki sekitar 400 ribu pengusaha, padahal idealnya harus mencapai 4,4 juta pengusaha. Jauh sekali dari harapan untuk berada dalam kategori negara yang sejahtera. Apabila beberapa dari kita berpindah pekerjaan dari karyawan menjadi pengusaha, maka dampaknya akan secara signifikan berkontribusi langsung untuk bangsa dan negara.

4. Menjadi pemimpin diri sendiri juga dalam sebuah organisasi. Sudah pernah coba keripik pedas Maicih belum? sampai berapa level yang pernah dimakan? saya sih ga kuat pedes-pedes walaupun ada darah Padang he he… Keripik Maicih ini laris menembus pasar karena ownernya, Reza Nurhilman atau biasa dipanggil axl berhasil memanfaatkan dengan baik lewat jejaring sosial. Dan dia menamakan dirinya sebagai Pak Presiden dan kalau ingin membuka cabang akan disebut jenderal Maicih. Dengan menjadi pengusaha kita akan berlaku sebagai pemimpin dan memiliki anak buah. Dengan memiliki anak buah kita akan terus belajar menjadi pemimpin yang baik dari mulai usaha kita sendiri. Disamping itu kita bisa menentukan jam kerja sendiri, dari pada bekerja pada orang, waktu kita selalu bergantung pada bos. Dan nantinya akan terbiasa memimpin keluarga khususnya para calon Bapak, kemudian terbiasa memimpin RT, kelurahan, kota, dan syukur-syukur jadi presiden di Indonesia. Big thing always come from small thing.

Jadi tidak perlu menunggu lagi untuk menjadi pengusaha langsung cantumkan mimpimu (dream) kemudian minta kepada Allah agar keinginanmu dan usahamu di ridhoi dengan cara ibadah dan doa (pray) terakhir adalah dengan berusaha (action) dalam berusaha juga ada 4 hal penting yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Insha Allah semua keinginanmu akan tercapai. Sekian saja kisah perjalanan di kota Leeds…. Bon Courage!

Salam Entrepreneur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s