My Historical Journey at Yordania

“Maka kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu” (Q.S. Al-Kahfi, 18:11)

 

Assalamu’alaykum pembaca sekalian, semoga semua dalam keadaan sehat. Setelah beberapa hari Pak Presiden baru kita dilantik akhirnya saya menyempatkan untuk meng-update blog lagi. Teringat awal tahun 2013 saya sempat mengunjungi Negara Turki dan menuliskan cerita perjalanan sejarah, sebenarnya saya berkeinginan setiap tahunnya menyisihkan waktu, tenaga dan biaya untuk travelling ke beberapa Negara khususnya yang memiliki keterkaitan sejarah Islam. Karena dengan mengenang sejarah, kita akan secara tidak langsung bisa menambah pengetahuan dan kepercayaan kita terhadap agama Islam.

 Alhamdulillah dengan izin Allah saya berkesempatan melihat kebesaran salah satu bagian dari negeri Syam. Menurut kitab suci Al-Qur’an negeri yang diberkahi Allah SWT ada 4 yaitu: Mekkah, Madinah, Yaman, dan Syam. Kemudian negeri Syam sekarang telah pecah menjadi 4 negara yaitu Yordania, Syria, Libanon, dan Palestina. Kebetulan saya punya salah satu sahabat orang Yordania, namanya Sameer. Pada akhir bulan Oktober visa untuk tinggal di UK akan segera habis maka mulailah merencanakan perjalanan pulang. Awalnya saya juga ingin mengunjungi sahabat saya di Karachi, Pakistan akan tetapi Negara tersebut tidak membolehkan karena passport saya akan expired kurang dari 6 bulan, sehingga sementara ini menunda untuk kesana, mudah-mudahan saat sahabat saya menikah bisa diundang kesana he he.. tapi kebetulan Negara Yordania ini menerima passport yang akan expired kurang dari 3 bulan, pas! Mantap!

Some activities which captured in my camera:

 

Pada hari pertama tanggal 9 Oktober 2014 sampai di bandara Queen Alila airport yang berada di ibu kota, Amman. Tiba di bandara langsung mengemas barang-barang kemudian naik bis warna kuning namanya Syarijah Express untuk menuju pusat terminal. Di terminal saya dijemput sahabat saya namanya Sameer, kami berteman sejak kuliah di Inggris. Pertama kali bertemu adalah saat sholat di mesjid kampus, lantunan suaranya ketika membaca Al-Quran seperti Imam Mishary Al-Afasy mulai dari situ saya terus berteman, belajar Al-Quran, dan belajar bahasa Arab dari Sameer. Kemudian kami tiba di rumahnya tepat di belakang Universitas Yordania dengan pekarangan yang luas dan ditumbuhi tanaman Kurma, buah Tin, dan buah Zaitun. Ketiga tanaman tersebut bisa tumbuh bersamaan di tanah Syam saja, tanah yang di berkahi Allah. Setelah berbenah diri kami berdiskusi tujuan yang akan di kunjungi. Tanpa membuang waktu langsung menelusuri kampus Yordania ini dimana Pak Syafi’i Antonio, pakar keuangan Syariah menimba ilmu S2. Pada malam hari, saya pergi ke bagian kota modern Amman yang banyak terdapat gedung, pusat perbelanjaan, mall, dan hotel. Kita melaksanakan sholat Isya di masjid King Abdullah dan kebetulan bertemu cucunya Imam masjid Palestina yang sedang hadir. Kemudian membeli tiket bis untuk ke Petra di travel yang mana hanya tinggal 5 kursi tersisa pas untuk kami berlima, Sameer dan saudaranya, Alhamdulillah.

 

Pagi-pagi sudah harus siap karena mau naik bus Jett jam 7 pagi jadi jam 6.30 harus berangkat dari rumah. Setelah subuh, mandi dan sarapan yang bergizi ala-ala Yordania masakan ibunya Sameer kita naik mobil ke terminal bus kemudian menitipkannya. Perjalanan ke Petra memakan waktu 3 jam tapi ada waktu istirahat sekali di restaurant untuk para penumpang yang belum sarapan dan ke toilet. Disini waktunya saya mengenal kakak ipar dan ponakannya sahabat saya. Setelah perjalanan yang sangaaaat panjang akhirnya tiba juga di Petra.

Nah sebelumnya saya dapat informasi bahwa harga tiket masuk ke Petra untuk foreigner adalah 50 JD dan untuk warga Negara Yordania hanya 1 JD. Disini terjadi perang batin bayangkan saja perbedaan yang sangat jauh bisa hemat puluhan Jordan Dinar kalau saya menyamar jadi warga Negara Asing. Rencananya saya seolah-olah menjadi warga Negara Yordania dengan berbicara bahasa Arab atau malah pura-pura jadi pembantu maklumlah orang Indonesia banyak jadi TKI di Negara-negara Arab. Tapi hati kecil berkata lain seandainya berbohong pasti akan ada efek yang tidak baik misalnya saja nanti diperiksa security dan malah di deportasi. Akhirnya saya membayar sesuai peraturan 50 JD.

 

Perjalanan di dalam Petra cukup panjang hingga beberapa turis menggunakan kuda untuk menghemat tenaga. Jangan lupa untuk menawar kalau mau naik kuda karena ada turis yang cukup pintar harga awal ditawarkan 100 dollar tapi setelah di tawar akhirnya dapat harga 20 dollar. Setelah melewati bangunan megah peninggalan kerajaan Yunani tempat tujuan akhir berada di Ampitheater, bangunan tempat ksatria bertarung ini seperti bangunan coliseum di Roma atau film gladiator. Kebetulan hari ini adalah hari ulang tahun Celine, ponakan teman saya yang umurnya 10 tahun di tanggal 10 bulan 10 jadi membuat perayaan secara sederhana ditengah-tengah bangunan Ampitheater tersebut. Akhir perjalanan di Petra ditutup dengan sholat Ashar yang kemudian kembali ke bis tepat jam 5 sore di saat yang bersamaan hujan pun turun.

 

Hari terakhir diisi dengan menapak tilas sejarah Ashabul Kahfi yang Allah tidurkan di dalam goa selama ratusan tahun. Beberapa ahli sejarah berpendapat ada 3 tempat yang mirip dengan penjelasan di Al-Qur’an yaitu di Turki, Palestina, dan Yordania tapi yang ciri-cirinya paling mendekati adalah di Yordania ini. Kami pergi menggunakan sedan Hyundai punya sepupunya sahabat saya namanya Ahmad. Saat tiba disana jam 4 sore dimana pintu goa hanya terbuka pada jam 2 siang dan akan cepat ditutup tapi ada kejadian menarik, tiba-tiba ada segerombol orang Pakistan seperti selesai dari ibadah Haji berduyun-duyun masuk ke area goa Ashabul Kahfi sehingga Imam masjid disini membukanya, ditambah lagi mereka membawa tour guide berbahasa Inggris! Luar biasa… betapa Allah memudahkan kami untuk masuk ke goad dan mendengar sejarah dari tour guide, perfecto! Alhamdulillah. Malam harinya kita sholat Isya di masjid Al-Hussaini yaitu masjid tertua yang dibangun sejak zaman Umar bin Khattab, di daerah itu juga banyak pasar cocok beli oleh-oleh untuk keluarga.

 

So, here is another fascinating picture of Amman City:

 

Akhirnya perjalanan di kota Yordania pun selesai dan kembali ke Indonesia negara tercinta tempat dimana saya bertemu tempe paling enak hehe.. Kembali pada goa Al-Kahfi, Allah menurunkan surat ini memiliki keutamaan sendiri, menurut hadis yaitu, akan dipancarkan cahaya untuknya diantara dua Jumat. Kesempatan membacanya dimulai sejak terbenam matahari pada hari Kamis sampai terbenamnya matahari pada hari Jumat. Jadi banyak kesempatan setelah sholat untuk nyicil membaca. Disamping itu sebenarnya, banyak kisah yang bisa diambil hikmahnya dari surat Al-Kahfi ini tapi saya hanya mengambil 2 kisah,  yaitu pertama, kisah Ashabul Kahfi dimana sekumpulan pemuda muslim yang hidup di negara kafir dan mereka bertekad untuk mempertahankan agama hingga mendapat penolakan, tekanan, dan intimidasi. Allah melindungi mereka dengan cara menidurkan selama ratusan tahun di dalam goa. Saat mereka bangun dari tidurnya semuanya sudah berubah termasuk kaum tempat mereka tinggal sudah menjadi penduduk yang beriman pada Allah. Kedua, Kisah nabi Musa dan nabi Khidir. Allah bertanya pada nabi Musa “siapa penduduk bumi yang paling alim (pandai)?” Musa menjawab “saya” dengan perasaan tinggi hati. Lalu Allah memberi tahu bahwa ada lagi manusia yang lebih pandai darinya yaitu nabi Khidir dan menyuruh Musa untuk berguru. Akhirnya nabi Musa tersadar karena penyakit orang berilmu adalah terlalu bangga dengan ilmunya dan merasa paling alim sedunia. Nabi saja dilarang Allah untuk tawadhu apalagi kita yang hanya sebagai manusia biasa harus lebih rendah hati. “An humble knowledge of thyself is a surer way to God than a deep search after learning” seperti ilmu padi semakin berisi semakin merunduk. Sekian saja cerita jalan-jalan dari Yordania…. ciao and sayonara!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s