Birmingham: Berkunjung, Bertualang, Belajar

Selamat pagi! salam olah raga! berjumpa kembali di acara olah raga pagi favorit anda semua. Final kejuaraan badminton All England hari Minggu, tanggal 9 Maret 2014 diraih oleh pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Pasangan yang sebelumnya pernah juara tahun 2012 dan 2013 ini, berhasil mencetak 3 kemenangan beruntun atau hattrick dan mengalahkan pasangan terbaik China. Kemudian rekan setimnya dari Indonesia, pasangan Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan, juga berhasil menjuarai ganda putra setelah mengalahkan pasangan Jepang dengan hasil tipis 21-19 dan 21-19. All England Super Series Premier merupakan event olah raga tahunan yang paling tua dan paling bergengsi untuk cabang badminton. Kenapa saya membuka cerita kali ini dengan topik kejuaraan All England? karena mulai dari tahun 1994 sampai dengan sekarang, turnamen ini diselenggarakan di National Indoor Arena, Birmingham. Dan pada saat bersamaan saya juga menjelajah kota tersebut untuk menghabiskan waktu weekend. Bersama dengan teman angkatan saya sewaktu kuliah akuntansi di UGM, kami berpetualang disini jadi lebih terasa seperti di kaliurang, karena membahas burjo dan angkringan, kebetulan kami berdua sudah lama tidak kembali ke Yogyakarta.

Kota yang termasuk kedua terbesar di Inggris ini memiliki banyak tempat-tempat seru yang bisa dijangkau hanya dengan jalan kaki, karena bangunan yang menarik berada di pusat kota sehingga tidak perlu jauh-jauh naik bus. Cukup sehari saja kita bisa menikmati semuanya. Beberapa contohnya yaitu, Birmingham Museum and Art Gallery, National Sea Life Centre, Library of Birmingham, University of Birmingham, Botanical Gardens, Bullring market, dan Masjid Central Birmingham.

 

Victoria Square, ini seperti alun-alun terletak di pusat Kota Birmingham yang dikelilingi berbagai bangunan tua dengan arsitektur yang sangat menarik. Council House, Town Hall, dan Kantor Pos Lama, ketiganya adalah obyek foto para turis disini karena memiliki gaya arsitektur yang berbeda-beda. Council House dengan gaya Victoria, Town Hall dengan gaya Georgia, dan Kantor Pos Lama dengan gaya Renaissance. Awalnya, Victoria Square bernama Council House Square. Kemudian namanya diganti pada 10 Januari 1901 menjadi Victoria Square untuk menghormati Ratu Victoria.

Museum

Birmingham Museum Art Gallery

Birmingham Museum and Art Gallery ini buka setiap hari dari jam 10.00 pagi sampai jam 05.00 sore. Museum ini berisi koleksi berbagai benda seni, sejarah, arkeologi, dan etnografi dari lima benua, mulai dari lukisan, patung, sampai keramik. Jumlah koleksi seluruhnya sekitar 500.000 objek/barang. Pada hari Minggu, jam bukanya hanya setengah hari, yaitu dari jam 12.30 – 17.00. Museum ini hanya tutup pada hari libur nasional dan tanggal merah.

20140309_113800

saya bersama si banteng coklat yang membuat nama bullring

20140309_112806 20140309_113241

Bull Ring Shopping Center merupakan pusat perbelanjaan bergaya modern atau Mall di Birmingham. Gedung Bull Ring Shopping Center sangat berbeda dengan gedung-gedung lainnya yang ada di Birmingham, yang sebagian besar merupakan bangunan tua yang terbuat dari bata merah. Bull Ring Shopping Center menempati sebuah gedung baru dengan arsitektur modern yang sangat unik, dengan warna dominan silver. Bull Ring Shopping Center pun menjadi salah satu landmark terbarunya Birmingham. Berbagai departemen store/retailer terkenal ada di sini. Mulai dari Debenhams, Mango, Zara hingga Top Man.

20140309_171606 20140309_171244

Birmingham Canal, pada awalnya, Birmingham tidak mempunyai sungai yang cukup besar yang bisa dilalui perahu, maka pada akhir abad ke-18 kanal-kanal mulai digali untuk mempermudah transportasi barang. Birmingham mempunyai kanal sepanjang 35 mil (56 km), lebih panjang dari Venice yang memiliki 26 mil kanal. Beberapa pendapat percaya, kekuatan ekonomi Birmingham terletak pada industri manufaktur seperti mesin uap, kereta-api, mobil, sepeda motor, sepeda, persenjataan dll. Karena pentingnya posisi Birmingham, saat Perang Dunia II kota ini di bombardir oleh angkatan udara Jerman sehingga banyak bangunan dan pabrik rata dengan tanah. Setelah perang berakhir, Birmingham dibangun kembali dan tetap menjadi kota paling makmur di UK hingga awal 1970-an.

20140309_170801 20140309_170610 20140309_170538

Foto diatas yaitu The library of Birmingham, perpustakaan yang menghabiskan dana hingga mencapai 189 juta poundsterling ini menjadi tempat membaca yang paling besar di seluruh Inggris dan bahkan di seluruh Eropa. Setiap tahunnya diperkirakan meraup 3 juta pengunjung yang diperbolehkan untuk mengakses buku, majalah, thesis, DVD, dan sebagainya. Di lantai paling atas ada ruangan Shakespeare Memorial dibuat oleh seniman tahun 1882. Bagi yang suka baca buku didalamnya ada 43.000 buku termasuk salinan tulisan di abad 18, 19, hingga 20. Dekorasi bangunannya sangat menarik dari luar maupun dalam, di roof topnya ada taman dengan pemandangan kota Birmingham. suasana yang sangat mendukung untuk belajar tentunya.

uni-of-birmingham-rugby-pitch

University of Birmingham tampak dari jauh

8

Bangunan berkuba-kuba yang tampak dari dalam

 

1624142_10203249737221378_1695917561_n

Segarnya danau ditengah-tengah kampus

University of Birmingham. Kampus ini menurut The Sunday Times dan Times Higher Education Student Experience Survey termasuk ranking ke-13 dari seluruh kampus di UK. Kampusnya luas sekali ditengah-tengahnya ada danau mirip seperti kampus UI di Depok. Dan yang paling menarik adalah bangunan depannya berbentuk kuba-kuba karena arsiteknya menginginkan bangunan modern sains pertama di zamannya.Saya juga melihat-lihat akomodasi dimana tempat teman saya tinggal dan memang hampir semua akomodasi kampus bentuknya sama di seluruh Inggris.

Ada cerita lucu ketika saya pergi ke Cadbury World dengan teman saya. Cadbury World ini dibuka pada 14 Agustus 1990 kemudian menjadi atraksi hiburan terbesar di Birmingham, karena setiap tahunnya menyambut lebih dari 500.000 pengunjung. Arenanya juga sangat mendidik untuk anak kecil. Mereka dibawa untuk mengeksplorasi dan menjelajahi sejarah pembuatan cokelat, yang pada akhirnya menjadi bisnis perusahaan cokelat terbesar didunia. Rencana awalnya adalah kita hanya melihat-lihat pabrik pembuatan coklat dan berfoto, tetapi setelah sampai disana dan melihat luar biasa banyaknya pilihan coklat membuat teman saya ini tergiur untuk belanja, “wah harus belanja nih gue, sayang banget sampai sini ga beli apa-apa” alhasil dia mengelilingi toko souvenir coklat yang penuh berisi macam-macam tipe coklat Cadbury. Dan tak terasa sudah penuh keranjang belanja berisi coklat, dan saya sendiri hanya beli 1 tempelan magnet yang biasa ditempel di kulkas. lalu dia protes ke saya “Jes, gue kan kesini nemenin lo, kenapa gue yang paling banyak belanjanya?” saya cuma tertawa saja dan kita pada akhirnya mengambil hipotesis, jika ada seseorang yang pergi belanja bersama teman, maka teman yang menemaninya tersebut akan belanja lebih banyak hehehe

20140309_124734 20140309_124053 20140309_124043 20140309_122452

Pada tahun 2011, terdapat 21,8 % beragama Muslim dan ini termasuk yang paling besar dibanding rata-rata Muslim dikota lainnya yang hanya 4,8 %. Penduduk yang beragama Muslim kebanyakan berasal dari Afrika, Eropa, Asia, dimana Banglades dan Pakistan adalah kelompok yang paling banyak dijumpai. Akibat dari kenaikan jumlah Muslim tersebut, maka sangat mudah kita jumpai beberapa Mesjid dan makanan halal dikota ini. Mesjid Birmingham Islamic Center (foto-foto diatas) yang saya kunjungi tersebut juga merupakan Mesjid terbesar di Eropa Barat.

Kalau berbicara tentang Mesjid menurut saya, kita sebagai umat Islam (khususnya kaum pria) haruslah shalat berjamaah di Mesjid dan memakmurkannya. Pertama, dengan datang ke mesjid pasti kita melaksanakan shalat berjamaah. shalat berjamaah membuat kita belajar akan persatuan dan kesatuan. Misalnya, Imam haruslah satu orang yang berarti patuh kepada 1 pemimpin, syarat sahnya berjamaah adalah menempelnya kaki dan bahu dengan orang sebelahnya yang berarti kita semua wajib bersatu untuk mencapai suatu tujuan. Selain shalat berjamaah mendapatkan 27 derajat dibandingkan shalat sendiri, nilai pahalanya senilai dengan ibadah haji seperti sabda Rasulullah SAW “Barang siapa keluar dari rumahnya dalam keadaan suci menuju shalat wajib, pahalanya seperti pahala orang beribadah haji.” (HR Abu Dawud).

Kedua, masjid juga berfungsi sebagai fasilitas umum. Banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan di dalam dan lingkungan area mesjid. Karena mesjid yang kita jumpai sekarang ini sudah semakin besar sehingga memiliki ruangan-ruangan khusus. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, selain untuk tempat shalat, masjid juga dapat digunakan sebagai pusat kehidupan Madinah dari mulai makan, tempat zikir dan i’tikaf, pengajian, pernikahan, hingga tempat pelatihan pasukan perang di area mesjid. Asal mengerti batasan-batasan tempat shalat dan tempat umum di masa sekarang ini, tentunya sangatlah bermanfaat untuk masyarakat luas.

Kesimpulannya, fasilitas Mesjid harus dipergunakan sebaik-baiknya dengan penuh rasa memiliki. Rasa tersebut dapat membawa kita selalu menjaga dan memakmurkan rumah Allah SWT. Dengan terbiasa berlaku baik dalam Mesjid Insha Allah kita akan selalu berlaku sopan saat berada di fasilitas umum lainnya seperti di terminal, pasar, rumah sakit, bandara, dll. For me, enjoying public facilities may well be one of the most interesting time to spend🙂

 

Regards

@jaesarahman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s