Perjalanan Spiritual di 2 Kota Suci

“Maka sempurnakan haji dan umrah karena Allah (semata).” (QS. Al-Baqarah: 196)

Alhamdulillah dengan izin Allah SWT di awal Tahun Baru 2014, saya melaksanakan ibadah umrah. Karena saya masih berada di kota Manchester dan masalah akomodasi telah ditanggung travel tersebut dari Indonesia maka saya hanya butuh visa dan tiket untuk terbang ke Saudi Arabia. Karena bertepatan dengan tahun baru jadi harga tiket cukup mahal ditambah lagi saya beli tiket yang berbeda dari berangkat sampai kembali ke Inggris yaitu berangkat dari London transit di Amman berakhir di Madinah dan kembali dari jeddah transit di Riyadh dan Paris berakhir di Manchester… ohh what a journey! Pertama kali saya merasakan transit selama 1 hari penuh dan dikasih hotel gratis untuk istirahat sejenak, lumayan nyaman, berikut foto-fotonya:

_DSC0195 _DSC0201 _DSC0197 _DSC0204 _DSC0198 _DSC0206

 Hari berikutnya saya tiba di madinah lalu bersiap ke Mekah karena ada perubahan tempat dari travel maka saya naik taksi pada malam hari dari Madinah ke Mekah, lumayan mendapat pelajaran berharga karena ternyata haram itu ada 2 haram Madinah dan haram Mekah jadi kalau pergi dari madinah ke mekkah harus jelas memberi informasi ke supir bahwa mau ke masjidil haram di Mekah. Setelah berpusing-pusing sedikit mencari hotel akhirnya saya bertemu dengan hotel Rawabi Zamzam yang cukup dekat kira-kira 10 menit jalan kaki ke Masjidil Haram. Di situlah saya bertemu dengan jamaah umrah Indonesia termasuk ibu dan adik saya. Kemudian kita bersama-sama melakukan napak tilas tempat-tempat bersejarah yang ada di Mekah. Yang pertama adalah Jabal Thur yaitu tempat dimana penghijrahan umat Islam dari kota Mekah ke kota Madinah pada tahun ke-14 kenabian Rasulullah SAW. Peristiwa bermula saat Nabi Muhammad SAW telah dikecam oleh penduduk Quraisy Mekah yang bimbang akan pengaruh agama Islam yang semakin mendapat hati penduduk Arab. Pada suatu hari mereka berencana untuk mencari jalan bagaimana menghentikan dakwah Rasulullah SAW dan dalam perbincangan tersebut ada seorang lelaki tua yang merupakan jelmaan iblis setuju dengan Abu Jahal supaya Rasulullah SAW dibunuh.

Pada hari itu Rasulullah SAW bertemu sahabatnya, Abu Bakar As-Siddiq dan berkata ingin berhijrah setelah mendapat perintah dari Allah SWT. Pada malam tersebut 11 orang jahat telah berkumpul di sekeliling rumah Rasul dan merancang untuk membunuhnya. Singkat cerita Allah menyelamatkan Rasulullah dan Abu Bakar keluar dari kota mekah dan singgah di bukit Thur. Sewaktu mendaki Bukit Thur, kaki Rasulullah lecet dan Abu Bakar memapahnya sehingga bertemu dengan sebuah gua. Setelah memeriksa keadaan dalam gua, maka Abu Bakar pun masuk dan mendapati ada 3 lubang di dalamnya. Abu Bakar mengoyakkan kainnya untuk menutup salah satu di antara lubang tersebut. Setelah yakin untuk berlindung di situ maka Abu Bakar pun memanggil Rasulullah SAW untuk masuk dan meletakkan kepalanya di pangkuan Abu Bakar untuk tidur. Saat Rasulullah sedang tidur, ada seekor ular datang menggigit kaki Abu Bakar sehingga membuatnya menangis dan meneteskan air mata yang membuat Rasul bangun dari tidurnya. Akhirnya dengan kekuasaan Allah, Rasulullah meludah ke kaki Abu Bakar dan sembuh seketika.
Lalu tempat bersejarah lainnya adalah Jabal Rahmah, Rahmah memiliki arti kasih sayang. Nama tersebut diambil dari suatu kisah yang diyakini umat Muslim, yaitu pertemuan antara Adam dan Hawa. Jadi, ketika Adam dan Hawa diturunkan ke bumi olah Allah, mereka diturunkan secara terpisah. Jabal Rahmah sendiri bisa dibilang sebagai bukit. Tingginya hanya sekitar 70 meter saja dan bisa didaki jamaah haji dengan melewati sekitar 160-an anak tangga. Mendaki Jabal Rahmah dari dasar hingga mencapai tugu Adam dan Hawa, biasanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit saja.
20140103_172000
Bukit Safa dan Marwa tempat melaksanakan Sa’i
_DSC0222
Di depan hotel
_DSC0217
Jamaah umrah Zain Tour dan pembimbing Ustad Dana
_DSC0224
Hotel Rawabi Zamzam
_DSC0272
Bus yang ditumpangi jamaah bernama Al-Zain
_DSC0242
saya bersama ibunda tercinta dan adik
_DSC0230
Jabal Thur atau Bukit Thursina
_DSC0247
Jabal Rahmah
_DSC0249
Jamaah didepan Jabal Rahmah
Di hari berikutnya saya baru melaksanakan umrah, dan untuk para jamaah yang lainnya adalah umrah kedua bagi mereka, kita pergi menuju Masjid Aisyah dimana tempat miqat untuk penduduk Mekah dan memulai niat untuk umrah. Kemudian bersama-sama menuju kabah untuk melaksanakan tawaf dan shalat sunnah di area makam Ibrahim, rakaat pertama membaca surat Al-Kafirun dan kedua Al-Ikhlas. Setelah itu melaksanakan sa’i dari bukit Safa ke bukit Marwah dimana ada lampu hijau untuk berlari-lari kecil bagi pria. Dan ditutup dengan menggunting rambut (tahalul) lebih baik di potong botak plontos untuk laki-laki. Setiap malamnya para jamaah pergi ke masjidil Haram untuk melaksanakan tahajjud sampai dengan subuh berjamaah, juga beberapa ada yang sampai dhuha. Lalu di hari berikutnya kita semua melakukan tawaf wada yaitu perpisahan dengan kota Mekah untuk bertolak ke Madinah al-Munawarah.
_DSC0339
 Masakan Indonesia yang maknyuuss tenan!
_DSC0303
 Kamar yang nyaman membuat jamaah semakin rajin tahajjud di Masjid
20140105_033314
20140105_025523
 Masjid Nabawi dan makam Rasulullah SAW
 _DSC0382
Duo jagoan cilik sang pembawa bendera pusaka Zain Tour ;p
_DSC0359 - Copy
Para jamaah berbelanja di kebun tamar
_DSC0354
dipilih.. dipilih.. murah.. murah..
_DSC0345
Di depan Masjid Kuba
_DSC0444
Siang dan malam harus ke Masjid pastinya
_DSC0422
Di kota Madinah al-Munawarah kita tinggal di hotel dengan fasilitas bintang 5 internasional yang dekat masjid Nabawi jalan kaki 5 menit sampai. Banyak kelebihan daripada shalat di Masjid Nabawi yaitu “Pahala solat di masjidku ini adalah 1000 kali lebih baik daripada solat di lain-lain masjid kecuali di Masjidil Haram.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).  Juga jangan lupa untuk shalat di masjid Kuba karena jika berwudhu dari rumah dan melakukan shalat 2 rakaat pahalanya sama dengan pahala orang yang melaksanakan umrah. Selanjutnya para jamaah berbelanja di kebun Tamar dimana terdapat berbagai macam kurma termasuk kurma Ajuwa yaitu kurmanya kesukaannya Rasulullah SAW “Sesiapa yang makan tujuh biji tamar ajwah pada waktu pagi, niscaya dia tidak mempan oleh racun dan sihir pada hari itu” (Riwayat Bukhari).
Akhirnya saya pulang sehari sebelum jamaah karena akan langsung kembali ke UK untuk melanjutkan tugas akhir. Di hari terakhir para panitia tour memberikan hadiah kepada salah seorang jamaah untuk mendapat kesempatan umrah lagi tahun depan. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bagi yang ingin mengunduh foto-foto silahkan klik disini
sekian dan Wassalamualaikum.
Best Regards

One thought on “Perjalanan Spiritual di 2 Kota Suci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s