Manchester: Kota Merah nan Berlimpah

Ketika mendengar kota ini apalagi kalau bukan club papan atas yang terbesar di dunia Manchester United FC. Sejarah dari kota terkesan warna merah ini adalah pengakuannya perkemahan penduduk Roma yang disebut Mamucium, sisa peninggalannya bisa dilihat di Castlefield. Seiring bertambahnya bangunan seperti benteng dan tembok perang yang dibangun oleh suku Saxon, kota ini berubah menjadi daerah industri pertama dan terbesar di Inggris. Pada abad 20 semakin banyak pembangunan mendasar di bidang sosial dan ekonomi. Saya pribadi sangat suka dengan pengaturan kotanya oleh pemerintah karena sekotor apapun di malam hari, keesokan harinya sudah bersih. Ditambah lagi dengan disiplinnya transportasi bus dan kereta, mudah-mudahan suatu saat nanti kota-kota di Indonesia bisa berkembang ke arah yang baik.

Musium, salah satu tempat yang saya jajah pertama kali dan membuat pikiran saya mengingat film ‘night at the museum’ dimana semua benda-bendanya bergerak waktu malam hari juga saling berinteraksi, film dengan imajinasi yang super… tapi ga masalah kalo kata pak Albert Einsten yang menyuruh kita selalu berimajinasi dan berpikir kreatif. Meskipun dia ahli dibidang sains tapi quotesnya juga ditulis didalam musium ini yaitu “look deep into nature and then you will understand everything better”.

This slideshow requires JavaScript.

Selanjutnya adalah stadion yang dimiliki oleh tim bola terbesar di dunia yaitu Old Traffod Stadium. Old Trafford (julukan The Theatre of Dreams diberikan oleh Sir Bobby Charlton) adalah sebuah stadion di kota Stretford, Trefford, Manchester Raya, UK dan merupakan stadion milik Manchester United F.C. Lapangan ini menjadi permanen milik Manchester United F.C. sejak 1910 (sempat absen pada tahun 1941-1949 karena dibom saat Perang dunia kedua). Stadion ini terletak kira-kira setengah mil dari lapangan kriket Old Trafford dan Metrolink.

Terkadang stadion ini menjadi tuan rumah pertandingan semi-final Piala FA sebagai tempat netral, dan menjadi markas timnas Inggris ketika Wembley dalam proses renovasi. Dengan terpilihnya London sebagai tuan rumah Olimpiade 2012, stadion ini akan digunakan untuk beberapa pertandingan penyisihan sepak bola pria dan wanita. Di samping sepak bola, Old Trafford telah menjadi tempat penyelenggaraan Grand Final liga super Eropa sejak sistem playoff diadopsi oleh liga rugbi tahun 1998. Juga, pada awalnya, lapangan ini juga digunakan untuk shinty, olahraga tradisional Skotlandia.

532108_4243739608889_1011344886_n426823_4243742328957_785796122_n

Pertama-tama kita harus bayar tiket tour dulu, kira-kira dari 10 – 16 pounds tergantung umur dan punya student card. lalu nanti di beri tahu jadwal guidenya jam berapa. Saya kebagian jam 1 siang jadi sebelumnya saya gunakan untuk keliling museumnya. Didalamnya banyak terdapat benda-benda sejarah dari mulai kaos, peralatan bola, trophy, tanda tangan, hingga patung pemain legendanya. waktu menunjukkan pukul 1 dan pemandu guide pun sudah hadir, mulailah dia menjelaskan semua do’s and don’ts. kami semua diarahkan di setiap lorongnya untuk sampai ke bangku penonton. Dan akhirnya saya melihat langsung rumput hijau yang bersih tempat para pemain MU berlaga. Ini perasaan kedua yang paling membuat jantung berdebar-debar. perasaan pertama kali itu saat melihat Ka’bah didepan mata sewaktu umroh dulu.

Pada Minggu kedua di kota impian ini, saya bereksplorasi ke National Football Museum. Bangunan ini adalah bangunan Urbis yang dirancang oleh arsitek dari manchester terkenal Ian Simpson dan dibuka pada tahun 2002. Bangunan ini seperti bangunan revolusi industry yang berada diantara Chatedral dan perpustakaan Chetham. Gaya bangunan ini pun menandakan kehidupan perkotaan yang modern dan puncaknya dibuat miring karena dirancang sebagai jantung pusat kota. Untuk masuknya pun tidak dikenakan biaya, tapi saya beli buku panduan seharga 1 Pounds yang berisi informasi tentang museum ini. Bangunan ini sangat unik dan bernuansa modern, saat masuk lantai dasar pengunjung sudah bisa melihat lantai paling atas karena tanpa atap sehingga bisa menjangkau 4 lantai. dari mulai sejarah, quotes-quotes legenda sepak bola, sarung tangan, sepatu, kaos, sampai lukisan Eric Cantona terpajang disini. nah dilantai 2 saya melihat lukisan dan membuat saya berhenti sejenak agak lama karena sangat bersejarah. Lukisan itu dibuat oleh Michael J Browne yang berjudul The Art of the Game. Eric Cantona berpose layaknya raja dengan bendera di dalam bar Castlefield bersama rekan-rekan muda setimnya. Kisahnya, dalam 5 tahun berturut-turut dia membantu Leeds United untuk juara di divisi pertama dan Manchester United untuk menang 4 dari 5 liga Premier. Kemudian di lantai 3 tersedia permainan 3D untuk latihan shooting, passing, dan shot stopper tetapi dikenakan biaya tambahan 5 pound.

Selang beberapa Minggu, saya dan sahabat lama saya berkunjung ke kandang derby dari MU, Manchester City. beberapa penduduk disini mengatakan bahwa warga Manchester asli hampir semuanya fans dari City bukan United. Alasannya Manchester United lebih mencari keuntungan dan profit semata yang menyebabkan harganya diatas rata-rata. Mulai dari tiket masuk Old Trafford hingga merchandise dalam Old Trafford Shop semua harganya termasuk mahal. Walaupun Etihad Stadium lebih kecil dibanding Old Trafford, tetapi terdapat City Square untuk event-event tertentu bagi pendukungnya agar semakin akrab. Kebetulan saya berkesempatan masuk Etihad Stadium dengan gratis karena ada pembukaan pertandingan perdana tim Under 21. Walaupun tidak bertemu pemain inti Manchester City tapi sangat bersyukur sudah bisa melihat kemegahan dari tim yang di sponsori orang terkaya di Dubai ini, Syeikh Mansour.

Untuk masalah penginapan saya memberikan rekomendasi pada 2 hotel ini, Hotel Hilton dan Hilton Chambers Hostel. Bagi yang ingin merasakan pemandangan dari gedung tertinggi di Manchester dan punya fasilitas yang serba lengkap silahkan saja menginap di Hotel Hilton mulai dari harga Rp 1.400.000 terletak di 303 Deansgate, Manchester M3 4LQ http://www3.hilton.com teleponnya +44(0)1618701600. Selain itu ada juga buat para backpakers yang bisa tidur berbagi dengan 6 orang yang lainnya dalam 1 kamar (bisa milih sesama pria atau sesama wanita) silahkan kunjungi Hilton Chambers Hostel di 15 Hilton Street, Manchester City Center, Manchester, M1 1JJ telp. +44 (0)1612369500 http://hattersgroup.com/#mcr harganya pun lebih murah sekitar Rp 375.000

unnamed

2

1

Untuk masalah makanan saya juga menyarankan untuk mengunjungi 2 tempat area Muslim yang terkenal di Manchester dimana tersedia makanan halal. Yang pertama adalah daerah Cheetam Hill disitu ada tempat makan Pakistan bernama Al-Faisal berada di 459 Cheetham Hill Road, Cheetham Hill, Manchester, M8 9PA menjual makanan seperti Kebabs, Tandori, Kobeda, Pizza dan segala jenis makanan Pakistan. Tak jauh dari situ ada satu-satunya Subway fast food resto yang halal di kota ini. makanan yang dijual seperti burger, salad, sandwich, dan fast food lainnya. Kemudian ada juga daerah agak Selatan dari pusat kota Manchester ada daerah yang namanya Rusholme. Tempat ini malahan seperti daerah Timur Tengah apalagi dimalam hari. Disini ada restaurant terkenal untuk orang Melayu namanya Al Jazeera alamatnya di 22, Wilmslow Road, Manchester, M14 5TQ. Banyak jenis makanan Malaysia dan daerah Sumatera seperti Nasi Ayam, Qabily Pillow, Chicken Biryani, dll. Kebanyakan harga restaurant tersebut rata-rata 4 pound per porsinya, sekitar Rp 60.000.

Sekian aja dulu cerita dari kota Manchester semoga memberikan semangat untuk mengeksplor kota ini dan simak terus cerita yang lain dari Inggris Raya ini.

Salam Traveller!

2 thoughts on “Manchester: Kota Merah nan Berlimpah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s