Sabar itu Tiada Batasnya

Assalamualaikum!

tulisan kali ini akan membahas tentang sabar. Kenapa saya ambil tema ini? Jadi kebetulan saat ini saya baru  mendapat berkah dari Allah SWT, yaitu visa yang selama ini ditunggu-tunggu akhirnya jadi juga. Alhamdulillah banget! Saya merasa harapan yang sekian lama tak berujung, telah terjawab hari ini. Langsung aja kita masuk ke bagian kronologisnya. Jadi begini ceritanya, saya berkeinginan untuk melanjutkan study saya di Inggris salah satu impian kecil saya yaitu belajar di tanah kerajaannya Pangeran William. Wow banget kan! Walaupun keliatannya gak mungkin untuk orang dengan kecerdasan dan skill bahasa yang biasa aja seperti saya, tapi balik lagi ke quotes kebanggaan dari mas Giring Nidji ‘mimpii adalah kuncii untuk kitaa menaklukkan duniaa’ terusin nyanyinya pas karaokean aja tapi yaa..
Saya bermimpi terus-menerus kalau suatu saat bisa kesana. Dan saya sangat bersyukur karena kedua orang tua selalu mendukung. Ada sistem pendidikan English course namanya INTO Manchester selama kurang lebih 3 bulan, pendidikan ini diperkenalkan dari institusi Future. Tujuannya untuk mendapatkan nilai Ielts, maklum nilai masih cetek. Ada 2 poin saya dapatkan yang akan diceritakan panjang dan tidak lebar, karena hurufnya udah ada ukuran fontnya sendiri jadi tidak lebar hehehe (usaha becanda nih). Poin pertama adalah sabar terhadap orang lain. Kondisi ini ketika diri sendiri yang berhadapan dengan orang lain seperti teman, sahabat, saudara, social life, dan semua yang bertatap muka langsung dengan saya. Memang pada faktanya situasi saya sedang tidak dalam keadaan yang baik pada umumnya, lulus di akhir tahun 2011 yang seharusnya diumur segini sedang semangat-semangatnya mengejar karir diperusahaan, tetapi saya lebih memilih untuk tidak bekerja dan fokus untuk lanjut sekolah. Banyak pertanyaan dan kata-kata kepada saya seperti “udah kerja belom jes ?” “Belom nih” “kenapa?” “mau lanjut S2” “ha? Ngapain ?? Mending kerja dulu, lulusan S2 bingung mau digaji berapa..” atau statement lain yang mendengar kabar saya ingin lanjut sekolah tapi masih melihat saya beredar dimuka bumi Indonesia ini. Mereka tidak sungkan-sungkan menanyakan langsung kapan terbang ke jazirah Eropa. Disini benar-benar diuji kesabaran diri, suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dan harus dihadapi dengan tenang dan sabar. Karena misalnya saja menjawab dengan keadaan emosi maka kita akan terlihat tidak memiliki tujuan dan nantinya hubungan kita terhadap orang disekitar kita akan hancur. Sayang banget kan kalo hubungan persahabatan yang kita jalin putus gitu aja karena perkataan yang kurang enak didenger. Honestly.. sedikit merasa tertekan dengan pertanyaan macam press tadi karena belum ada kepastian dari kampus, tetapi dengan modal yakin dan memang dasar sifat saya acuh tak acuh saya jawab saja “inshaAllah secepatnya saya berangkat :)”
Poin yang kedua adalah sabar terhadap diri sendiri. Salah satu syarat untuk tinggal di negara luar adalah dengan membuat paspor dan visa. Paspor telah ada karena sebelumnya pernah berpergian ke luar Indo, tapi visa belum ada dan harus membuatnya dalam kurun waktu sebulan. Untuk mahasiswa sementara yang ingin belajar diwajibkan mempunyai student visa. Syaratnya lumayan dikit, sekalian saya sharing buat temen-temen yang mau ke UK:
1. Paspor asli dan paspor lama
2. Foto ukuran 45mm high x 35mm background putih, ini akan difoto waktu di UK embassy bayar 50rb
3. CAS statement, Surat keterangan dari kampus tujuan.
4. Surat penerimaan asli
5. Toefl / Ielts asli
6. Ijazah dan transcript nilai terakhir asli yang sudah ditranslate
7. Akte lahir asli dan kartu keluarga yang sudah ditranslate juga
8. Surat referensi bank yang berlaku untuk 1 minggu minimal ada 400juta rupiah
9. Bukti keuangan 3 bulan terakhir, dikasih waktu seminggu sebelum dan setelah pengajuan visanya.
10. Surat sponsor dari institusi yang membiayai atau orang tua
11. Bukti sumber keuangan yang memberikan sponsor, bisa juga surat referensi kerja.
12. Bukti pembayaran uang sekolah asli dan uang akomodasi
13. Terakhir adalah bukti booking tiket pesawat, tapi jangan dibayar dulu.
Cukup banyak persyaratannya dan semua harus diurus dalam waktu mepet. Ini juga yang membuat kehidupan dibulan Juni di rundung duka *sedap* Dalam waktu 2 minggu visanya harus jadi sebabnya tanggal 27 Juni kelas sudah dimulai yang kegiatannya diisi dengan orientasi student. Tiap hari pembahasan dalam 2 minggu ini diisi dengan pertanyaan yang sama “visanya udah jadi belom?” Mau makan, tidur, nonton, sholat, sampai pergi yang terlintas adalah visa, visa, visa, dan visa. Balik ketema awal bahwa sabar tiada berbatas, barulah terjawab semua pertanyaan di minggu ketiga akhir bulan Juni tanggal 28 keluarlah secercah harapan, visanya keluar…. tadaaa… Alhamdulillah memang sesuatu akan indah pada waktunya asal dengan kesabaran. Dan cerita perjuangan di kota Manchester barulah dimulai. Mudah-mudahan saya sempatkan untuk rajin mengupdate blog ini.

image

Cerita lain dari sabar
Sabar ketika menunggu hasil ujian. Waktu sekolah, sesuatu yang selalu bikin deg-degan kayak es degan yaitu dipajangnya nilai ujian di papan pengumuman. Semuanya panik nunggu hasil karena kalau ga memenuhi syarat terpaksa ikutan remedial dan belajar lagi, belum lagi laporan ke ortu kalo rapotnya jelek, ga dikasih tambahan uang jajan lagi nanti. Detik-detik menuju pembagian hasil ujian itulah diuji kesabaran kita.

Sabar ketika menunggu jawaban dari perusahaan yang kita apply. Saya punya teman yang pernah daftar kerja diperusahaan konsultan keuangan, sudah beberapa hari dia tunggu-tunggu belum ada jawaban. Dan ternyata tak diduga dan disangka saat buang air besar handphonenya berdering, yang menelpon adalah bagian HRD perusahaan alhasil dia di interview saat posisi yang kurang indah dilihat, untungnya menelpon tadi ga tau calon pegawainya lagi apa.

Sabar ketika membangun bisnis sendiri. Ada kalanya modal yang kita tanam didalam suatu usaha, bakal stagnan alias ga balik-balik. Diperlukan kesabaran tingkat tinggi, mungkin dengan cara mengerjakan usaha yang lain ditambah berdoa terus-menerus. Namanya juga mulai bangun bisnis dari kecil, ga mungkin ada yang instant karena cuma mie sama kopi yang instant hehe.
image

Intinya satu kata ini pasti ga asing lagi ditelinga kita yaitu sabar. Semua biasa mengucapkan untuk saling mengingatkan ketika kita sedang dalam kondisi marah dan emosi. “The key to everything is patience. We get the chicken by hatching the egg, not by smashing it”. Dengan kesabaran kita akan mendapatkan hasil yang maksimal. Sabar itu sendiri sudah dijelaskan dalam Al-Quran dan sering diulang-ulang kalau kita (khususnya kaum pria muslimin yang rajin sholat Jumat) mendengar khotbah. “Innallaha ma’ashobirin” sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. sangat jelas bahwa bagi umatNya yang pandai menahan emosi dan tetap berkeyakinan bahwa Allah akan selalu melindungi orang yang sabar. Apapun yang kita lakukan pasti ada hasilnya tidak mungkin tidak menghasilkan apapun, ada pepatah lama bilang ‘apa yang kita tanam maka itulah yang kita tuai’ teruslah berusaha sekuat tenaga dan apapun hasilnya kita serahkan pada Tuhan, dan ketika belum menemukan jawabannya, tetaplah yakin dan bersabarlah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s