Merencanakan Keuangan (Part 2)

Sekuel kedua dari merencanakan keuangan adalah penjelasan tentang menabung dengan baik, indah, lucu, manis, manja grup, dan sebagainya. Survey membuktikan hanya 47 persen orang Indonesia yang sudah menabung, dan hanya 29 persen yang disiplin dengan anggaran belanja yang dibuatnya, sisanya hanya mengandalkan perkiraan dalam mengatur pembelanjaannya. ada beberapa cara untuk membiasakan menabung lebih efektif, let me explain one-by-one :
Membuat catatan
Pendapatan dan pengeluaran haruslah seimbang, untuk melihat pergerakan arusnya diperlukan laporan. Maka dari itu melakukan pencatatan adalah hal yang paling utama. Kondisi dan penampilan catatan pun membuat diri sendiri mudah mengolahnya apalagi jika dilihat orang lain. Dalam lingkup kecil, proposal yang memilik penampilan menarik akan lebih diperhatikan oleh pemberi dana. Dalam lingkup yang besar, para investor akan dengan cepat menilai laporan keuangan perusahaan dari penampilannya, setelah melihat profit tentunya. Buatlah catatan serapih mungkin, mudah dibaca, dan berwarna-warni dikasih stabilo supaya mudah diingat.

Sisihkan uang tabungan di awal
Sebelum belanja ini itu dan sebagainya, pisahkan dulu mana bagian untuk ditabung. Prioritaskan uang untuk ditabung dulu misalnya bagi 2 uang yang ada didalam dompet untuk bayar laundry, listrik, kosan, kontrakan, dan keamanan. Satu lagi untuk biaya sehari seperti makan dan kegiatan lainnya. Dengan begini kita bisa tenang dan merasa aman dengan uang darurat.

Jangan menunda bayar hutang

Meminjam utang kepada teman boleh saja, asal jangan lama-lama gantinya. Karena orang lain juga punya kebutuhan penting lainnya. Ini juga harus dibiasakan mulai dari kecil karena apabila terbiasa minjem duit orang akan jadi kebiasaan buruk saat dewasa. Ujung-ujungnya nanti dibenci dan dicap jadi si hutang-ers lagi. Belum lagi kalau nanti sudah bisa melakukan pinjaman ke Bank konvesional, sebabnya dikasih bunga tiap bulan. Bisa-bisa gulung tikar perusahaan sebelum mencapai laba yang diinginkan.
Buat Vision Board
Dalam buku the secret, motivasi paling ampuh adalah dengan membuat vision board di kamar, ruang kerja, atau meja belajar. Vision board itu suatu gambar  yang berisi impian dan cita-cita yang diinginkan contohnya mobil, rumah, kampus pekerjaan, dan macam-macam harapan masa depan. Vision board ini bisa digunakan juga untuk membatasi diri dari godaan-godaan untuk membelanjakan uang yang tidak dibutuhkan. Karena kita sudah menempelkan barang-barang yang akan dibeli dalam jangka waktu dekat akhirnya kita juga tidak mudah terprovokasi untuk beli produk iklan lainnya.
Membuat rekening di Bank
Apabila jumlah uang sudah banyak dan tidak cukup lagi dalam dompet atau celengan di rumah, beralihlah untuk membuka rekening di Bank. Selain aman dan terpercaya, menyimpan uang di Bank juga akan berkembang karena bunga dari Bank konvensional atau bagi hasil dari Bank Syariah. Disamping itu ada produk simpanan dari Bank seperti rekening giro, tabungan, dan deposito.

Beli Celengan yang Menarik

Koin receh yang berasal dari kembalian beli makanan biasanya tidak diperdulikan dan dianggap kurang penting. Padahal ada istilah “sedikit demi sedikit lama-lama jadi gunung (bukan bukit lagi)” pepatah ini bisa di pakai buat menjalankan

ritual pengumpulan uang receh ini. Untuk bentuk celengan pun haruslah beli yang seunik dan kreatif mungkin untuk menarik hasrat menabung. Celengan berbentuk kucing atau anjing yang automatis bisa mencuil koin receh yang ditaruh diatas tombol. Tapi kalau sudah terbiasa mengumpulkan uang receh bisa buat celengan sendiri dari botol minuman yang udah gak kepake lagi.
Menggunakan barang daur ulang atau pengganti

Keinginan untuk membeli barang yang baru akan selalu ada. Padahal apabila kita jeli melihat fungsinya, memakai barang-barang yang lama pun bisa. Botol minuman, piring, sedotan dan semua peralatan makanan terbuat dari plastik bisa di daur ulang lagi setelah dicuci dengan bersih. Selain bisa menghemat pengeluaran, akan membantu organisasi Go Green juga. “tak ada rotan, akar pun jadi”

Berani bilang “tidak!” kepada teman

Last but not least, yaitu pentingnya peran lingkungan sosial tempat dimana kita tumbuh berkembang. Banyak sekali cara dan etika ketika sedang bergaul bersama teman-teman. Dan banyak juga jenis-jenis teman yang kita jumpai di sekolah, kampus, dan lingkungan masyarakat. Latar belakang mereka juga berbeda-beda, dan berdampak terhadap logat gaya bicara, merk pakaian yang dikenakan, sampai hiburan yang dinikmati. Setiap lingkup pergaulan pasti memiliki kelompok-kelompok sosial. Sejauh saya mempelajari kehidupan sosial di lingkungan. Saya menemukan beberapa bentuk pergaulan sosial. Saya semakin menyenangi belajar kehidupan sosial karena saya tertarik dengan pelajaran Sosiologi yang diajar oleh Pak BES (panggilan akrabnya). Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan atau teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul “Cours De Philosophie Positive” karangan August Comte (1798-1857). Menurut saya ada beberapa kelompok… let’s check this out!

Golongan Jenius

Ini kelompok orang-orang dimana memiliki pendidikan tinggi, biasanya dimiliki oleh orang-orang ber-IQ  tinggi tetapi belum tentu tinggi dalam EQ dan SQ juga. Mereka biasanya cerdas dalam matematika, fisika, kimia semua yang menggunakan perhitungan logika dan cara berpikir yang mengagumkan. Terkadang berhubungan juga dengan penampilannya dan cara pergaulannya. Terkadang mereka suka membaca buku yang sulit dimengerti seumurannya dan bermain game contohnya ngomongin tentang komik, novel, games-games lucu yang ada di hp atau laptop.

Kaum Borjuis

Kelompok sosial ini bisa disebut juga sosialita. Biasanya akan menceritakan pengalaman jalan-jalan di Eropa atau Amerika misalnya “eh waktu itu aku brunch di Dos Pallilos the bestnya resto di Barcelona, trus siangnya lunch di frankfurt restaurant cozy banget deh tempatnya, nah malemnya nyobain dessert di Eiffel tower restaurant, what a day!”. Selanjutnya akan membahas wine yang paling tua yang pernah dicoba. Dan untuk kaum pria tertentu akan membahas cerutu yang unik dan belum ada di negara manapun. Atau memamerkan barang mewah seperti mobil, komputer, gadget dan lain-lain padahal hasil jerih payah orang tuanya. Biasanya dengan melihat barang baru yang dipamerkan mereka kita akan mudah terprovokasi untuk membelinya.

Geng Arisan

Ini biasanya terdiri dari wanita-wanita cantik di sekolah/kampus yang suka membicarakan gosip ter-update. Barang-barang yang dikenakan pun harus mahal dan belum ada yang punya. Mereka suka menggoda teman-teman pria di sekitarnya tetapi hubungan pertemanan dan persahabatan begitu kuat. Ada jadwal-jadwal tertentu yang menyatukan mereka untuk sekedar cerita, arisan, dan membahas berita-berita disekitarnya. Cara mereka mengajak pergi pun juga bermacam-macam “yuk, kumpul-kumpul lah kita sambil arisan, sambil update gosip yang lagi hot, kalau ga ngumpul ketinggalan berita loh jeng ses semuanya”

Musisi

Penampilan dari seorang seniman haruslah nyentrik dan unik. Membawa peralatan band di dalam tas seperti stick drum, pick gitar, mic, pianika, triangle, bahkan amplifier kalo kuat. Pulang sekolah ada jam-jam tertentu yang mewajibkan kumpul di basecamp tempat anak-anak Band nongkrong. Diharuskan absen setiap saat untuk latihan masa depan bandnya. Kalau ada satu orang yang jarang hadir maka akan segera diganti dengan personil lainnya. Karena untuk membentuk band dibutuhkan manajemen yang ketat seperti disiplin antar personil. Terpaksa kita harus kumpul terus-terusan dan mengorbankan waktu untuk belajar dan lupa ngerjain pe-er.

Itu tadi sedikit jenis-jenis kelompok dari sekian banyak kelompok sosial yang bisa dijumpai di sekolah, kampus, dan lingkungan pekerjaan. Sebenernya masih banyak lagi macam anak modif mobil/motor, anak dokumentasi/media, gamer warnet, kaum religius, calon pedagang, grup lawak, dangdut, politikus, dan sebagainya. Ini jadi tugas dirumah masing-masing untuk meneliti kelompok sosial di sekolah atau dikampus. Bikin sebagus mungkin penjelasannya dan masukin juga cara-caranya untuk ngajak atau mempengaruhi teman yang lain. Tulis di bagian comment  blog ini nanti saya akan bertindak sebagai juri dengan membaca dan memilih mana yang terbaik. Penjelasan kelompok sosial yang menarik akan dipajang disini…. selamat meneliti!

Pada intinya, kelompok-kelompok sosial tadi sangat lihai mempengaruhi teman-temannya untuk menghabiskan uang. Terkadang situasi juga yang membuat untuk mengeluarkan uang yang padahal tidak seharusnya digunakan. Bagaiman cara mengatasinya? Ya mudah saja tinggal bilang tidak!. Tetapi juga dengan cara yang baik. Misalnya diajak makan ditempat yang mahal “maaf ya, saya sudah makan dirumah” atau “sorry banget, saya lagi diet nih” Situasi lain ketika diajak pergi bermain ke Mall untuk mejeng-mejeng “wah sorry banget ya. Kali ini saya ga ikutan dulu deh mau ngerjain tugas, lain kali deh yaa” Ditambah senyum yang baik juga, maka orang lain akan mengerti kondisi kita. Jawaban lain yang mungkin bikin orang juga malas bertanya lagi kalo bilang “maaf ya lagi ngurusin bisnis nih” kemungkinan pertama ga bakal ditanya lagi, kemungkinan kedua ditanya bisnis apa emangnya? Kalo kondisinya memungkinkan boleh kita jelasin lagi sibuk mengerjakan apa dan sebagainya, tapi kalau waktunya kurang pas ya jawab aja “ada deh, doain aja lancar bisnisnya”. Kebiasaan ini juga harus dilatih terus-menerus agar terbiasa dan berani bilang tidak!. Lama-kelamaan lingkungan sekitar akan paham, apa yang kita suka dan apa yang kita tidak suka. Jadi kita tetap bisa bergaul dengan siapa pun tanpa mengikuti gaya hidup yang berbeda-beda. “Friends are important, but our future is the most”

3 thoughts on “Merencanakan Keuangan (Part 2)

  1. adi purwadi says:

    wuih bagus banget artikelnya. Terus orang bersemangat dalam melakukan sesuatu itu pasti telah termotivasi. Gagasan saya ini opini apa fakta ?
    Salam kenal.

    • Trims ya.. Salam kenal juga.. Menurut saya itu jelas fakta karena motivasi gak akan jalan tanpa dorongan dari semangat. Ditambah lagi kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas🙂

  2. microtechnusantara says:

    saya sangat tertarik dengan tulisan ini, saya ingin memisahkan antara uang untuk usaha dan uang untuk keperluan rumah tangga maklum saya ini orang yang baru dalam berusaha jadi belum dapat mengatur keuangan dengan baik. terima kasih dapat menambah wawasan saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s