Merencanakan Keuangan (Part 1)

Menentukan Visi dan Misi dalam Merencanakan Keuangan

Postingan kali ini tentang membuat visi misi dari rencana keuangan. Setiap perusahaan yang besar pasti punya visi dan misi di dalam kantornya, biasanya ditempel di dinding depan lobby kantor, atau dekat ruangan direktur. Kita ambil contoh dari Microsoft adalah “sebuah komputer di atas sebuah meja kerja di setiap rumah,menjalankan perangkat microsoft” tidak perlu membuat visi yang sulit dan rumit karena visi itu seperti impian dan cita-cita kita. Dari kecil kita di berikan tokoh-tokoh yang hebat agar kita memiliki impian yang tinggi maka buatlah visi sederhana tetapi tinggi. Selanjutnya contoh dari misi kita bisa lihat dari Apple yaitu “membawa pengalaman komputasi personal terbaik kepada siswa, pendidik, profesional kreatif dan konsumen di seluruh dunia melalui inovatif software, hardware dan persembahan internet” misi merupakan langkah-langkah yang akan kita jalankan, jadi sudah lebih terperinci dan lebih detail. Selanjutnya mari kita terapkan visi dan misi tersebut dalam merencanakan keuangan kita agar sesuai dengan yang kita harapkan. Ada 7 hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan uang tersebut agar sesuai dengan yang kita harapkan. So here it is….

Tujuan

Henry Ford merupakan pendiri perusahaan Ford, perusahaan mobil dari Amerika yang sekarang banyak kita jumpai di Indonesia juga berpendapat tentang mengelola uang “A business that makes nothing but money is a poor business.” Dia membangun perusahaan Ford selain dengan dasar keuangan yang baik tetapi juga memiliki tujuan tertentu. Tujuan dia adalah membuat perusahaan teknik dan bisnis dengan harga yang murah dan dengan sistem Franchise di setiap 6 benua di dunia. Segera tentukan tujuan keuangan, untuk apa uang tersebut digunakan.

Konkrit

Dalam merencanakan keuangan juga haru sesuai seperti didunia nyata. Kita sudah merencanakan untuk membeli barang tetapi barang tersebut harganya diluar batas kemampuan kita dan belum tentu bermanfaat. Maka cara yang paling mudah adalah mulai berpikir realistis. Jangan melihat keatas terus-menerus dan mencoba melihat orang yang kurang mampu disekitar kita. Dengan begitu kita juga akan bersyukur atas apa yang di berikan Allah. “two ways to be happy are improve your reality, or lower your expectations”

Kapasitas

Dalam kaca mata kepemimpinan sangat erat hubungan sesorang dengan kapasitas. Seorang manusia dilahirkan dengan jiwa kepemimpinan yang tinggi haruslah mau diamanahkan menjadi ketua dalam sebuah organisasi. Dalam mengatur keuangan juga harus begitu, sesuaikan besarnya uang didalam dompet atau rekening tabungan kita dengan tujuan pertama yang sudah direncanakan. Apabila jumlah uang kita banyak maka jangan ragu untuk meneruskan tujuan tersebut. Tetapi jika jumlahnya tidak memungkinkan untuk membeli suatu barang maka jangan dipaksakan. Sadarlah akan kapasitas.

Waktu

Dalam keseharian kita memiliki rencana keuangan ada rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang. Rencana jangka pendek misalnya diukur dalam mingguan atau bulanan seperti belanja kebutuhan mingguan, liburan saat weekend, membeli baju atau sepatu. Rencana jangka panjang dapat diukur dalam waktu tahunan seperti uang pangkal ketika masuk perguruan tinggi, untuk liburan akhir tahun atau libur akhir semester bersama teman-teman ke luar negeri, untuk modal bisnis, untuk menikah, ataupun untuk naik haji.

Review

Berhubungan erat juga dengan masalah waktu, keuangan kita memiliki sifat yang mudah berubah karena zaman, tidak stabil. Perubahan ini misalnya siswa SMA berubah menjadi mahasiswa, yang biasa tinggal dirumah menjadi tinggal dikosan. Belum menikah menjadi punya istri atau suami, yang biasa masak untuk sendiri sekarang masak untuk berdua. Pengangguran menjadi karyawan, yang biasa berpakaian kaos sekarang mengenakan jas (office look) dan sudah membayar pajak sebagai warga negara yang baik tentunya. Usahakan setiap ada perubahan tersebut di evaluasi kembali setiap waktu apakah perlu dikurangkan atau di tambahkan biayanya.

Manfaat

Setelah menentukan tujuan yang konkrit, sesuai dengan kapasitas, sudah memiliki rencana keuangan jangka pendek dan panjang, dan mengevaluasinya. Hal yang terpenting adalah apakah sudah memiliki manfaat? Atau lebih banyak ke arah negatif misalnya saja untuk kesenangan pribadi kita seperti jalan-jalan keluar negeri dalam waktu sebulan dan hanya menonton televisi di hotel. Atau mungkin membahayakan orang lain misalnya untuk merugikan orang lain seperti rentenir yang memberi pinjaman kepada warga desa dengan jaminan bunga yang tinggi. Bukan apa yang diberikan orang lain kepada kita tapi apa yang telah kita berikan kepada orang lain🙂 Agree?

Konsisten

Untuk mendapatkan hasil yang sempurna dibutuhkan latihan yang banyak. Seperti belajar mobil ada istilah jam terbang, bagaimana kita terbiasa menyetir di jalan raya apabila tidak sering dicoba terus-menerus. Begitu juga dengan hal-hal diatas apabila tidak dijalankan secara konsisten maka akan sia-sia perencanaan keuangan kita. Cara yang paling mudah adalah dengan menuliskan aliran kas masuk dan keluar ditempat-tempat tertentu. Misalnya untuk biaya makan dirumah tempel kertas berisi daftar belanjaan di kulkas. Untuk biaya listrik, satpam, sampah, air, kontrakan dan kosan bisa ditempel di lemari baju. Bagi pengguna laptop atau tablet bisa dibuat notes kecil dipinggirnya. Semakin banyak catatan kecil akan memudahkan kita untuk mengingat. Let’s make some notes!

Sekian dulu bagian pertama dari Planning The Money. Semoga bisa diterapkan dan berguna untuk penulis dan pembaca sekalian. Monggo ya kalo mau kasih saran dan kritik yang membangun🙂

Wassalamualaikum Wr Wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s