2 strategi opsi dalam bermain saham

Para pembaca dimanapun berada, how are you?… kali ini saya akan meringkas slide kuliah saya ketika mengambil mata kuliah TPAI. Jujur, mata kuliah ini sangat absurd dan complex, mata kuliah itu mewajibkan saya membuat kelompok untuk bermain saham replika di Internet. Saat itu dimana saya pertama kali berkecimpung dalam dunia saham, sebagai orang awam saya sangat tertarik dan ingin mempelajarinya. Tetapi sulitnya adalah kita 1 kelompok harus melakukan laporan mingguan atas pembelian, penjualan, dan penjelasan mengapa melakukan itu.

Disini saya akan menjelaskan strategi opsi yaitu bagian dari saham. Opsi itu menurut Wikipedia suatu hak yang didasarkan pada suatu perjanjian untuk membeli atau menjual suatu komoditi, surat berharga keuangan, atau suatu mata uang asing pada suatu tingkat harga yang telah disetujui (ditetapkan di muka) pada setiap waktu dalam masa tiga bulan kontrak. terdapat perjanjian antara penjual opsi (seller atau writer) dengan pembeli opsi (buyer), dimana penjual opsi menjamin adanya hak (bukan suatu kewajiban) dari pembeli opsi, untuk membeli atau menjual aset tertentu pada waktu dan harga yang telah ditetapkan. Nah dari bentuk transaksi tersebut dibuatlah strategi untuk memudahkan para pemain opsi yaitu :

  • Naked Strategy
  • Hedge Strategy
  • Covered Call Writing Strategy
  • Protective Put Buying Strategy
  • Straddle Strategy
  • Spread Strategy

Dari ke-enam strategi tersebut, saya akan menyoroti Straddle Strategy karena menurut saya paling mudah dipelajari. Straddle Strategy dilakukan dengan cara membeli dan menjual, baik berupa opsi beli maupun opsi jual yang mempunyai target saham, tanggal jatuh tempo, dan harga yang sama. Straddle Strategy dibagi menjadi 2 yaitu :

Long Straddle Strategy

Strategi ini akan memberikan keuntungan jika terjadi pergerakan harga saham yang memadai, baik untuk kenaikan harga maupun penurunan harga. Menurut pendapat saya, strategi ini untuk para pemain opsi saham yang beresiko tinggi, “High Risk High Return”, biasanya menggunakan prediksi yang akurat ketika ingin membeli opsi dari suatu perusahaan karena akan berpengaruh terhadap harga beli dan jual nanti. Cara yang baik adalah dengan membeli saham yang baru diterbitkan atau disebut IPO (Initial Public Offering) karena harga masih rendah dan menunggu hingga harganya tinggi kemudian dijual.

Short Straddle Strategy

Strategi yang kedua ini digunakan oleh para investor yang mempunyai estimasi bahwa harga sahamnya kecil dan cenderung stabil. Opsi saham ini memiliki range tersendiri misalnya batas tertinggi dari saham adalah Rp 1.000 dan batas terendahnya Rp 900. Permainan dengan strategi ini akan mendapat keuntungan lebih kecil tetapi lebih aman. Menurut saya sangat baik diterapkan bagi para pemula yang baru terjun di dunia saham. Caranya dengan memonitor saham perusahaan yang besar dan stabil kemudian membeli di harga terendah. Kemudian kewajiban yang terpenting adalah dengan terus memantau harga saham tersebut dan ketika sudah mencapai batas tertinggi, haruslah langsung di jual.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s