Kisah Skripsi S1

Assalamualaikum Wr. Wb.
Pertama-tama saya panjatkan puji syukur kehadirat Allah yang karna dengan rahmatnya.. hold on.. this statement is like heared the khotbah Jum’at. Ga usah deh kelamaan ya..
Pastinya udah banyak kisah-kisah religi yang di alami sama temen-temen semua, nah ini cerita dari pengalaman pribadi saya dan kebetulan pada masa-masa kritis yang dialami ketika mau keluar dari lubang jarum kelulusan sarjana S1. Tulisan ini di publish dalam blog ini pada malam hari tanggal 22 Februari sehari sebelum tanggal 23 Februari 2012 dimana 23 tahun yang lalu pada tanggal yang sama lahir bayi kecil, polos nan lucu hasil dari Ibu dan Ayah saya hehe….
Bermula dibulan September ketika skripsi saya sudah sampai bab 2. Waktu itu saya sudah mulai mencicil skripsi saya dari bulan Februari karena masih kuliah. Kemudian setelah kuliah sudah beres semua pada bulan Juni sampai Agustus saya mengikuti kompetisi pemilihan duta di Jakarta. Kemudian akhir Agustus saya kembali ke kota pelajar-yang-selalu-bikin-rindu-karena-harga-kulinernya-yang-sadislah-pokoknya, kenapa saya begitu menyenangi kota tersebut? Boleh ditanyakan kepada teman-teman yang pernah kuliah disana, pasti mereka ingin kembali ke Jogja. Dari akhir Agustus saya mulai kembali membuka lembaran skripsi saya, waktu itu kembali ke sana berdua dengan teman saya nyetir ganti-gantian. Saya ingat kepada pesan ibu saya bahwa semakin jauh perjalanan semakin di Ijabah doanya oleh Allah SWT. Maka dalam perjalanan saya berdoa supaya kembali ke Jakarta dengan Predikat SE. Amiin…
Akhirnya dibuka juga data keramat yang berada di laptop saya. Data ini sangat keramat karena setiap mahasiswa yang saya lihat semuanya punya nama favorit masing-masing, mulai dari Godbless, Bismillah, alhamdulillah, skripsweet, sampai skripsh*t juga ada hahaha.. mulailah saya membaca-baca kembali skripsi orang supaya dapat inspirasi menulis lagi. Karena pembicara yang baik adalah pendengar yang baik, begitu juga dengan penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Rasullullah SAW juga sudah memerintahkan hambanya.. iqra.. iqra.. iqra.. study kesehatan juga menganjurkan membaca buku sebelum tidur itu lebih baik bagi kesehatan dari pada menonton televisi. Alangkah lebih baik kebiasaan insomnia dihilangkan dengan membaca apapun itu bacaannya . Ketika kita banyak membaca akan lebih mudah dapat inspirasi untuk menulis. Walaupun ada juga tipe penulis yang harus ke atas gunung bertapa atau nemu inspirasi di kamar mandi.
Alhamdulillah penulisan skripsi saya berjalan sangat lancar, entah kenapa kemudahan itu datang secara tiba-tiba pertama saya mendapat kemudahan untuk membagikan kuesioner di Internet kebetulan mengenai transaksi di Internet, dan dosen saya termasuk yang mudah ditemui itu juga kebetulan dikampus boleh memilih dosen jadi memilih yang terkenal baik saja. kemudian pada akhir September saya merasa ragu-ragu untuk menyelesaikan bab 4 ini karena belum ketemu hasil dari tabel yang harus signifikan dan valid ini. Berkat dorongan keluarga juga pada saat itu ibu saya berada dikota yang sama untuk menemani adik saya yang akan memulai karirnya menjadi Dokter. Adik saya namanya Mia sekarang sedang belajar kedokteran di UGM, dia lulus dari SMA unggulan di Jakarta Selatan tapi kalo banjir libur, sebut saja SMA 8.. piss de😀. Sekalian deh si ibu doain saya juga, cause the best weapon in the world is mom’s prayer. Kemudian pada malam terakhir di bulan September saya mengerjakan bab 4 dan bab 5 ditambah shalat Tahajjud pada pagi harinya, Alhamdulillah semakin mendapat pencerahan setelahnya. Pada pagi harinya dosen saya berkata “ini diganti sedikit kemudian langsung masuk ke akademik ya” sembari menandatangani skripsi saya yang akhirnya di ACC!
Selang setelah itu ada jeda kira-kira 2 minggu sebelum saya sidang. Nah ini the next galau part *lebay, karena saat itu kondisi dimana mahasiswa tidak dikasih tau jadwal sidang dan dosennya siapa. Malah ada salah satu teman saya baru dikasih tau jadwalnya 2 hari sebelumnya, gimana gak makin deg-degan yaa.. okelah dengan prinsip ‘nothing to lose’ saya berharap mendapatkan dosen yang baik dan juga jadwal yang agak jauh biar sempet belajar. Saya dan teman-teman geng Oktober datang ke perpus setiap hari untuk berbagi ilmu hingga muka kita semua seperti gulungan fotokopian catetan kompre. Ini juga salah satu hal yang harus disoroti oleh mahasiswa angkatan bawah karena catetan kompre itu tetap sama semenjak Tahun 1959 seperti berdirinya Gudeg bu Wirjo, kebayang ga ilmu dan pertanyaannya sama sekali ga update.
Tibalah pengumuman dosen yang ditunggu-tunggu. Dan keberuntungan jatuh dipihak saya karena 3 kali ganti dari tim penguji kompre saya. Yang pertama saya mendapatkan dosen killer pembunuh bayaran yang katanya pernah ngelempar skripsi mahasiswa ke dalam tong sampah. Ketika dapat sms tersebut malam itu saya pun tidur dalam kondisi tidak tenang. Kedua saya mendapatkan sms kembali dari akademik bahwa dosennya ganti dengan komposisi yang masih agak sulit untuk lolos dari salah satu ujian hidup ini, karena denger-denger salah satu dosen ini suka iseng dengan mahasiswa. Dan terakhir saya mendapatkan sms kebahagiaan yang membuat saya tidur nyenyak sambil peluk guling kesayangan. Yak keluarlah nama-nama dosennya yang sudah fix yaitu pak Sony Warsono, pak herman Legowo, dan pak Sumiyana selaku dosen pembimbing saya. Alhamdulillah wa syukurilah semuanya terkenal dengan track record baik di FEB UGM. Pada saat hari H pun bisa-bisanya ujian kompre rame-rame masuk berempat dalam satu ruangan dan BOLEH BAWA CATETAN, nyerah deh! Mungkin kalau anak kampus saya baca pada kesel kali ya…
Ada pepatah yang mengatakan ‘orang bodoh kalah dengan orang pintar, orang pintar kalah dengan orang licik, orang licik kalah dengan orang beruntung’. Istilah Cinanya Hoki! hehe. ternyata keberuntungan itu bisa diasah dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Salah satu ayat di Al-Quran juga ada yang menyinggung tentang keberuntungan yaitu Surat Al-Mu’minun yang artinya “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman” semoga kita semua selalu masuk dalam orang-orang yang beruntung Amin….
Sebagai penutup, dimana ada kemauan disitu ada jalan ‘when there is a will, there is a way’ isitilah itu yang selalu terulang-ulang dalam pikiran saya yang berasal dari Almarhum nenek saya, semoga nenek selalu dijauhkan dari siksa kubur dan masuk Surga. Kemudian ditambah lagi 3 kekuatan yaitu Dhuha, Tahajjud, dan sedekah, InshaAllah apapun keinginan kita semua bisa tercapai. Salah satu pelajaran berharga yang didapat dari skripsi yaitu menjadi familiar dengan dunia tulis-menulis. Semoga ilmu yang telah saya pelajari selama kuliah akan bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, negara dan dunia.  Sampai jumpa di cerita berikutnya!
Wassalamualaikum Wr. Wb.

One thought on “Kisah Skripsi S1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s